Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bersinar Usai Bercerai

Bersinar Usai Bercerai

"Kenapa Vika dirawat, Kak?" =================
1022.5K viewsOngoingAdded to Library 651 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Second Lead

Second Lead

ucap Arion dengan wajah dingin dia duduk di sofa bertelanjang dada. "Kenapa diam? Lakukan yang kusuruh.” "Iya Mas," sadar diri namanya pembantu harus sopan. Sejak kapan Arion mandi air panas. Thalita membesarkan kompor supaya air cepat mendidih. Kenapa apartment semewah ini kamar mandinya tidak di service pemanas. Melihat air sudah mendidih Thalita mengambil kain lap dan membawa air panas ke kamar Arion. Kamar itu sekarang utuh menjadi milik Arion.
108.7K viewsCompletedAdded to Library 251 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Mataku mengerjap. Antara ingin dipuaskan atau tersadar dengan logika yang sibuk berhitung. “A-aku…” Kedua tangan menyilang di depan dada. Dahi lelaki di atasku semakin berkerut dalam. Tatapan matanya menyiratkan keengganan. “Kenapa, Sar? Pemanasannya masih kurang? Tapi ini sudah__.” “Bukan itu! Hmm.... Mas Wira punya pengaman?"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Dilamar Bos Muda Usai Dikhianati Suami

Dilamar Bos Muda Usai Dikhianati Suami

Grup alumni SMA paling banyak tapi aku malas membukanya. [Ros, suamimu pergi bersama Arumi ya?] Kubuka pesan dari Wika yang masuk beberapa menit yang lalu. Wika adalah teman satu kelasku juga Arumi. [Iya.] Kubalas singkat. [Kok bisa?] [Mas Haikal sekarang kerja jadi supirnya Arumi.] [Kerja?] [Iya.] [Kamu udah buka status WA nya Arumi?] [Belum.] [Coba buka deh!]
8.1K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Suara gemericik air dari panci dan denting logam terdengar samar-samar di antara kesunyian malam yang mencekam. Bu Wati kembali ke ruang tamu sambil membawa sebuah baskom plastik berwarna merah berisi air hangat yang masih mengepulkan uap tipis. Ia juga membawa selembar handuk kecil yang nampak bersih meskipun warna kainnya sudah terlihat mulai kusam. "Maaf ya Mas, cuma ada air hangat saja, biar darahnya nggak membeku dan gampang dibersihkan," ucap Bu Wati.
1047.1K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Siasat Cinta Big Bos

Siasat Cinta Big Bos

Lena yang sudah duduk kembali di ruangannya menelpon Wika. “Kamu ke ruangan saya sebentar, Wik!” “Baik, Bu,” kata Wika bergegas ke lantai sepuluh. Wika duduk dihadapan Bu Lena. Bu Lena masih meneruskan ketikannya di laptop untuk beberapa saat. “Big Bos minta bantuan kita,” kata Lena dengan suara pelan. Ia tetap memperhatikan laptop agar tetap terkesan dia dan Wika sedang membicarakan pekerjaan.
6.7K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Sorry, this is my heart (bahasa Indonesia)

Sorry, this is my heart (bahasa Indonesia)

ucap wanita yang tak lain adalah Wika. “Iya, bukan masalah kok. Aku juga lagi nggak ada kegiatan. Oh iya mau minum apa?” jawab Ilham. “ Jus alpukat boleh deh...” Jawab Wika dengan senang hati. Kemudian ilham mengangkat tangannya memberikan kode kepada pelayan. Tidak perlu menunggu waktu lama pelayan pendatang mendekat dan menanyakan apa yang bisa dibantu. Ilham memesan minuman seperti yang diinginkan Wika.
1018.5K viewsCompletedAdded to Library 701 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Di detik-detik terakhir dalam langkahnya menuju ruang tamu Sekar mengambil kesimpulan kalau Seika pasti dalam masalah yang besar. "Silakan Kak Seika, air putihnya." "Wah, makasih banyak ya Sekar?" "OK Kak Seika, sama-sama. Gimana, sudah chat Mbak Welas atau perlu Sekar telepon biar cepat pulang?" "Emh boleh Sekar, kalau nggak merepotkan." "Ah tenang saja Kak, nggak repot sama sekali kok. Sebentar ya, Kak?"
105.5K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
UNPLACED

UNPLACED

tanya Vika yang duduk di samping Teh Euis sambil menonton televisi. “Maunya bubur doang, Vik.” “Tapi udah ke dokter, kan?” Teh Euis mengangguk, “Tinggal nunggu hasil lab.” Suara air keran telah terhenti. Arman sudah menyelesaikan kewajiban cuci piring dan bergabung dengan mereka. Pria itu mengeluarkan beberapa kepingan video. Berhubung Vika tidak memiliki gawai pemutarnya, mereka meminjam punya Teh Euis.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as service wika pemanas air
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status