Kesempatan Kedua
Ia pikir wanita itu punya posisi penting pak atasannya ini, nyatanya tidak.
Namun, ucapan Jonatan berikutnya berhasil menghilangkan senyum Doni.
“Lebih tepatnya sudah terlambat.” Jona kembali menyeringai.
“Ma-maksud anda...?”
Dengan seringai yang semakin lebar, Jona menatap Doni penuh arti. “Saya akan memberi Anda hadiah perpisahan. Ya, hitung-hitung agar anda tidak begitu penasaran nantinya,” ucap Jona lalu sedikit membungkuk kearah Doni. “Sebenarnya, wanita itu merupakan nyonya muda Aditama,” bisik Jona.