Bastard Sister
Pas aku mau membuka mulut, eh, si Lintang malah menyuapiku seruas jeruk yang rasanya manis sekali.
“Ih, kamu so sweet amat?” ledekku kepadanya yang berakhir dengan jidat yang ditoyor pelan dengan telunjuk putih miliknya. Aku malah sama sekali tidak tersinggung. Tidak marah diperlakukan begitu. Aku malahan nyaman. Merasa semakin dekat dengan mantan cowok populer kelas tersebut. Kalau kamu dekatnya pas SMA, pastinya anak-anak cewek lain cemburu berat ke aku. Sudah jadi bahan labrakan kakak kelas ini mah.
“Si, jadi gimana?” Mama bertanya lagi. Kali ini nadanya agak kesal. Eh, aku sudah nyuekin Mama, ya?
Bab Populer