Kakak Kelas Jahat Itu Suamiku
Aku yakin pah, kakak juga pasti menyesal melakukannya,” Edwin mencoba memberi pengertian.
Papa Edwin meletakkan korannya dan melepas kaca matanya, dia meneteskan air mata. “Kenapa kakakmu tidak punya hati seperti kamu?” Papa Edwin mengusap air matanya.
“Kok papa malah nangis?” Edwin semakin mendekati papanya dengan menarik kursinya.
“Karena papa merasa bersalah dengan perbuatan kakakmu, papa nggak bisa mendidiknya dengan baik,” jelas papa Edwin yang terus mengusap air matanya.