Gadis yang Tertawan
Dara menoleh pada Maxwell sejenak, lalu kembali menatap lurus ke depan.
"Entah besar atau kecil, rumah menjadi sesuatu yang saat berarti bagiku. Pada sebuah rumah ... yang menampung segala keluh kesah, menceritakan rancuhnya hati. Di tempat itu ... aku tumbuh dan belajar mengayuh, dengan kasih sayang keluarga yang menyentuh. Meski tak selalu teduh, tapi aku yakin cinta mereka selalu penuh ... hingga menjauhkan keluh meski dalam peluh, mereka akan selalu merengkuh," tambah Dara lagi. Pelupuk matanya mulai berembun, menahan kerinduan yang kian menggunung.
"Baiklah, aku mengerti, Dara. Kau memang benar, tapi kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Kau harus menjadi kuat jika ingin bertahan
Sikat na Kabanata