Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Aku selalu hidup dalam bayang-bayang kakakku, Nadina. Dia adalah wanita yang sejak kecil selalu diperlakukan bak permata oleh para pewaris keluarga mafia. Dia tidak tahu bahwa aku telah terlahir kembali. Sama seperti kehidupan sebelumnya, dia tersenyum lembut dan manis, membiarkan aku memilih calon pasangan pernikahan lebih dulu. Seolah-olah dia begitu pengertian dan berbesar hati. Namun, kali ini aku menolak. Di kehidupan lalu, dengan polosnya aku percaya bahwa dia bermaksud baik. Aku menikah dengan lelaki yang direkomendasikannya, Darel. Darel adalah seorang pewaris yang konon lumpuh setelah diserang dalam sebuah penyergapan. Aku melepaskan hak untuk mewarisi keluarga, menjadi perawatnya, menjadi tongkatnya, dan menjadi obat yang mengusir kesepiannya. Namun, sebanyak apa pun kehangatan yang kuberikan, aku tetap tidak mampu mencairkan hatinya. Hingga hari perayaan kehamilan kakakku, kebenaran itu tersingkap dengan nyata di hadapanku. Saat seorang pembunuh dari keluarga musuh mengarahkan senjata ke perut kakakku, lelaki yang bertahun-tahun tidak pernah berdiri itu tiba-tiba bangkit. Dia mendorongku ke arah moncong senjata itu. Tujuh peluru menembus rahimku. Di detik terakhir ketika aku jatuh, aku melihat dia memeluk Nadina dengan erat dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi Nadina dari peluru terakhir. Saat itulah, aku akhirnya mengerti. Dia tidak pernah lumpuh. Dia juga tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya. Karena Nadina memilih pria lain, dia berpura-pura sakit agar tidak perlu menikah denganku. "Maaf, Ravina, aku menipumu. Tapi aku nggak bisa membiarkan Nadina kehilangan pewaris di kandungannya." "Utangku padamu ... akan kubayar di kehidupan berikutnya." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menuntut kami memilih calon pasangan pernikahan. Kali ini, aku tidak memilih siapa pun. Namun, malah merekalah yang memohon mendapatkan cintaku.
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Petani Sukses

Petani Sukses

Setelah Amanda Santika dikhianati oleh pacarnya, dia merasa sakit hati ketika dia tahu pacarnya telah menjebaknya. Kemudian, dia menggunakan kalung berlian sebagai modal untuk kembali ke kampung halamannya dan mulai untuk bertani dan berkebun. Dengan keahliannya, dia menanam di bidang pertanian dan menanam dibidang perkebunan lalu menjual hasil bumi yang ditanamnya. Setelah itu, dia membangun kerajaan pertaniannya hingga besar. Suatu hari, di sebuah desa tempat Amanda Santika tinggal... Seorang anak kecil yang lucu mencoba yang terbaik untuk bergerak berjalan sendiri. Ketika dia akhirnya berhasil mengangkat kepalanya, dia menegakkan tubuh. Mata hitam bulatnya yang besar dan indah sedikit menyipit, dan dia bertanya kepada seorang pria dengan rasa penasaran, "Paman siapa? Mengapa paman sangat mirip denganku?" Seorang pria menatap ke arah anak lucu yang tampak persis seperti dia ketika dia masih kecil. Pria itu bertubuh tinggi, tampan, dan memancarkan aura yang menawan. Dia menyipitkan matanya juga dan bertanya dengan dingin, "Kenapa kamu bertanya demikian?" Dalam hati si Pria, dia mencoba menebak siapa wanita yang berani menelantarkan anak ini. Balita kecil yang lucu ini datang dan memegang tangan si Pria. Dengan tatapan penuh kerinduan, dia berkata, "Paman, aku tersesat. Bisakah kamu mengantarku pulang?" Saat pria itu memegang tangan anak kecil itu dan membawanya ke sebuah rumah pertanian ada kejadian yang tidak terduga, dia mendengar suara gembira anak kecil itu. "Ibu, kamu bisa menikah sekarang! Akhirnya aku menemukan pria yang mirip denganku!" Semua orang terkejut mendengarnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka

My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka

"Apa kamu masih per*wan?" tanya Aland pada Rania. Rania terkejut mendengar pertanyaan dari pria yang baru saja sah menjadi suaminya itu. Bukan tanpa alasan Aland menanyakan hal tersebut. Sebab, tepat setelah ijab kabul dilakukan, Aland mendapatkan kiriman foto-foto dari orang yang tak ia kenal. Foto-foto yang memperlihatkan keadaan Rania yang tengah tertidur bersama seorang pria di tempat yang nampak seperti hotel. Aland menatap tajam ke arah wanita yang masih mengenakan gaun pengantin itu. Melihat Rania dan juga foto-foto yang dikirimkan padanya itu membuatnya murka. Sebab dalam satu hari, Aland tak hanya mendapatkan luka kepergian Zara —calon pengantinnya— tapi juga masa lalu dari wanita yang menggantikan posisi calon istrinya. "Akan kucari tahu siapa pengirim foto itu dan apa tujuannya," ujar Aland, menatap tajam. Sedangkan Rania, ia yakin jika si pengirim foto itu pasti dari mantan kekasihnya, Devan. "Kalau benar memang dia, aku nggak akan biarkan dia kembali merusak hidupku. Devan, kamu harus terima akibat dari perbuatanmu!" batin Rania tegas. *** Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Akankah pernikahan Aland dan Rania yang serba mendadak itu akan berujung pada perpisahan? atau justru sebaliknya? Lalu, bagaimana dengan Rania? mungkinkah ia adalah wanita seperti yang disangkakan Aland? Mampukah Aland menemukan siapa pengirim foto itu dan alasannya? Lantas bagaimana nasib akhir dari Zara? dan mengapa ia meninggalkan Aland tepat di hari pernikahan mereka? Temukan jawabannya di cerita terbaruku "My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka" Terima kasih sudah membaca, Tetap Utamakan Baca Al-Qur'an 💜 🤗
800 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suami Dingin, Pria Lain Menginginkanku

Suasana lounge hotel bintang lima itu riuh, namun suara ketawa Rhea adalah yang paling nyaring. Dengan segelas wine di tangan kanan dan gaun hitam yang memamerkan bahu mulusnya, Rhea sedang menjadi pusat perhatian. ​"Kalian tahu kenapa pria suka pakai dasi?" Rhea mengerling nakal ke arah teman-teman kantornya. "Supaya kalau mereka terlalu banyak bicara di ranjang, kita punya pegangan untuk menarik mereka lebih dekat... atau membungkam mereka." ​Ledakan tawa pecah. Pria-pria di meja itu menatap Rhea dengan tatapan lapar sekaligus kagum. Mereka menjuluki Rhea sebagai 'Si Singa'—wanita energik yang bicaranya berani, mesum dalam konteks bercanda, dan seolah-olah sudah khatam urusan ranjang. ​Namun, saat jam menunjukkan pukul sebelas malam, senyum itu memudar begitu Rhea melangkah masuk ke mobilnya. ​Di rumah, suasana hening. Rhea masuk ke kamar, menemukan Gavin sudah menunggunya. Tanpa kata-kata romantis, Gavin menariknya ke tempat tidur. Rhea mencoba membalas, mencoba menjadi 'Singa' yang diinginkan dunia, namun Gavin hanya fokus pada area sensitif Rhea dengan tangannya. Dingin. Terburu-buru. ​Rhea mendesah, namun matanya menatap langit-langit kamar yang kosong. Saat ia hampir mencapai puncak, Gavin menarik tangannya. Pria itu mencium keningnya sekilas—ciuman yang terasa seperti formalitas—lalu berbalik membelakangi Rhea. ​"Mas... tidak bisakah malam ini kita... melakukannya?" bisik Rhea parau. ​"Aku capek, Rhea. Lagipula, bukankah ini sudah cukup membuatmu puas?" jawab Gavin tanpa menoleh. ​Rhea terdiam. Di luar dia adalah predator, tapi di kamar ini, dia hanyalah mangsa yang kelaparan akan kasih sayang yang utuh. Ia tidak tahu, bahwa di balik punggung Gavin, sebuah rahasia besar tersimpan di dalam ponsel yang disembunyikan suaminya di bawah bantal.
198 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Aku Hampir Mati di Pesta

Aku Hampir Mati di Pesta

Setelah kekasih masa kecil tunanganku tahu aku memiliki penyakit jantung bawaan, dia dengan sengaja mencampurkan minuman energi konsentrasi tinggi ke dalam sampanyeku. Setelah aku meminumnya, detak jantungku tiba-tiba meningkat, rasa sakit di jantung menerpaku. Aku dengan panik merobek satu-satunya obat darurat yang aku bawa, namun air untuk aku minum obat telah diganti dengan air lemon berkonsentrasi tinggi. Setelah aku meminumnya, seketika wajahku menjadi pucat pasi, akhirnya tidak tahan dan terjatuh ke lantai. “Air lemon mengandung Vitamin C, lebih membantu mengatasi mabuk dan menjaga kesehatan.” Charlotte tertawa terbahak-bahak, dia menyilangkan tangannya sambil menatap ke arah tunanganku, bos Geng Rock Roller. “Ethan, akting tunanganmu yang seorang aktris ini benar-benar hebat.” “Selama bertahun-tahun aku menjadi dokter, tidak pernah lihat orang yang minum sedikit sampanye dan air lemon, malah bisa merasa tidak enak badan seperti ini.” Aku menggigit bibirku hingga hampir berdarah, menahan air mata yang muncul di mataku karena kesakitan dan menggenggam celana Ethan yang ada di depanku. “Sayang, cepat panggil ambulans, aku sudah tidak tahan!” Sedikit keraguan terlihat di mata Ethan, namun dengan cepat terhentikan oleh para tamu di sekitar. “Sudahlah, jangan akting lagi, mana ada orang yang mati karena minum sedikit sampanye dan air lemon.” “Ya benar, kamu hanya iri dengan Charlotte yang naik jabatan, tidak ingin bersulang untuknya, kan?” Seketika Ethan kembali ke ekspresi dinginnya, dia melangkah maju, langsung melepaskan tanganku yang menggenggam celananya. “Charlotte itu dokter, ada dia di sini, kamu tidak akan kenapa-napa di pesta.” Aku pun tidak memohon padanya lagi, langsung mengirim pesan darurat kepada ayahku.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Ku Balas Kematian Anakku

Ku Balas Kematian Anakku

Sinopsis Dentuman keras mengguncang jalanan. Jeritan manusia, suara klakson yang memekakkan telinga, dan bau logam terbakar bercampur dalam kekacauan yang mengerikan. Amira tersentak sadar, kepalanya berdenyut hebat, darah hangat mengalir dari pelipisnya. Namun, itu semua tidak ada artinya. Yang lebih penting—yang lebih menyesakkan—adalah tubuh mungil di sampingnya. "Amanda... Sayang... bangun..." Suara Amira bergetar, tangannya gemetar saat menyentuh wajah pucat putrinya. Ada darah di dahinya, napasnya lemah, terlalu lemah. Dengan panik, Amira merogoh ponselnya, menekan nomor suaminya. Nada sambung. Satu kali. Dua kali. Tidak diangkat. "Reza, angkat! Tolong!" Tangisnya pecah, putus asa. Lalu, sirene ambulans terdengar. Harapan menyala di dadanya saat ia melihat seseorang berlari ke arah tim medis. "Reza..." bisiknya, nyaris tak percaya. Tapi langkah suaminya bukan menuju dirinya. Mata Amira mengikuti langkah tergesa-gesa itu. Di seberang sana, seorang wanita terbaring di atas tandu, wajahnya pucat. Di sampingnya, seorang anak laki-laki juga terluka. "Reza... tolong selamatkan anak kita..." suara wanita itu lirih, namun cukup menusuk telinga Amira. Dunia Amira seakan berhenti. Anak kita? Jantungnya mencelos, perih yang tak tertahankan menjalar ke seluruh tubuhnya. Lalu, kalimat berikutnya menghancurkan sisa-sisa kekuatannya. "Aku harus menyelamatkan mereka," suara Reza penuh kepanikan. Amira ingin berteriak. Ingin memanggil nama suaminya. Ingin memohon. Tapi ambulans itu melaju, membawa Reza pergi. Meninggalkannya. Meninggalkan Amanda. Di saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, pria yang seharusnya menjadi pelindung mereka justru memilih wanita lain. Air mata Amira jatuh, bercampur dengan darah yang mengalir di pipinya. Hatinya hancur. Bukan hanya karena pengkhianatan. Tapi karena hari itu, ia menyadari... Nyawa mereka tak lebih penting dibandingkan cinta terlarang suaminya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Sang Cassanova

Terjebak Gairah Sang Cassanova

(21+) Zane melangkah pelan ke arah ranjang. Matanya tajam. “Bukankah aku sudah memperingati mu tadi agar kau melayaniku baik-baik? Tapi apa? Kau terlalu angkuh. Angkuh karena sudah tidur dengan Belvan. Apa kau pikir aku tidak sekuat Belvan di ranjang?" Ia berhenti satu meter dari Valerie. “Menolak aku dua kali, tapi begitu mudah tidur dengan Belvan?” “Tidur dengan tuan Belvan? Saya tidak pernah melakukan itu.”Valerie sampai melengos mendengar perkataan Zane. Bagaimana bisa Zane punya pikiran sepicik itu tentang dirinya. “Bohong,” sahut Zane dingin. “Kau hanya perlu melayaniku malam ini. Ambil uang yang ku beri, dan pergi jauh sebelum Belvan kembali dari Kanada. Valerie menegakkan dagunya."Tuan Zane... dengar kan aku baik-baik. Aku tidak menjual tubuhku. Tidak padamu! Tidak pada tuan Belvan! Dan tidak pada siapapun! Jadi koreksi semua isi kepala mu tentang aku! " Pekik Valerie, muak Zane semakin menghinamu. "Sungguh kau ingin memainkan permainan ini, Valerie? Haruskah aku mengecek sendiri dengan keperkasaan ku kau itu perawan atau tidak? ” Nada suaranya seperti silet. Dengan gerakan kasar, Zane membalikkan tubuhnya. Tangan besarnya menekan punggung Valerie, sementara yang lain meraba tali pengikat. "Kita akan buktikan." Bibirnya menyentuh telinga Valerie, setiap kata dihantarkan dengan getaran yang mengalir langsung ke pangkal pahanya. "Kau itu benar-benar suci atau cuma pura-pura." Kulit Valerie merinding. Bukan hanya dari ketakutan—tapi dari aliran listrik yang menyebar setiap kali nafas Zane menyentuh lehernya. Schlik! Blus belakangnya robek, kulit putihnya tersingkap perlahan seperti hadiah yang dibuka dengan penuh nafsu. "Ternyata..." Jari Zane menelusuri tulang punggungnya, mengikuti lekukannya seperti membaca peta dosa. "...kau menyimpan ini semua di balik kemeja ketatmu."
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Iris Hitam Yang Terbakar

Iris Hitam Yang Terbakar

"Lepaskan pakaianmu. Buka lebar kakimu." "... Apa? Kenapa?" Suara itu memecah keheningan, dan jantungku berdebar kencang. Aku langsung refleks menutupi perutku. Itu adalah ulang tahun pertama pernikahanku dengan Alex, Sang Ketua Mafia Keluarga Riswaga. Aku sedang hamil dan ingin memberinya kejutan. Tetapi sekretarisnya yang bernama Lila, malah menutup mataku dan membawaku ke tempat yang asing ini. "Nyonya, berhentilah bersikap seperti korban. Merayu pria itu memang keahlianmu, bukan?" "Malam ini, di rumah lelang ilegal ini, kau akan menjadi barang terakhir yang dilelang." Rasa dingin menjalar di punggungku, dan suaraku pun bergetar. "Apa kau gila? Aku Nyonya Keluarga Riswaga dan aku sedang mengandung pewaris keluarga ini! Alex akan membunuhmu ...." Lila mencibir dan melepas penutup mataku. Cahaya yang menyilaukan menyinari diriku. Aku menyipitkan mata, dan perlahan, seorang pria yang duduk di bagian VIP mulai terlihat .... Itu Alex! Aku menatapnya tak percaya saat dia perlahan mematikan cerutu di tangannya. "Hamil? Anak haram siapa yang kau kandung itu?" "Ini anakmu!" teriakku. "Pembohong!" Dia mengangkat tangan, dan sebuah laporan dilemparkan ke arah kakiku. Huruf tebal bertuliskan: Kemungkinan hubungan darah: 0%, seakan membakar perih mataku. Dia lalu mendekat dan mencengkeram daguku. "Lila benar. Wanita sepertimu itu busuk sampai ke akar-akarnya." "Cintaku tak pernah cukup untuk memuaskan keserakahanmu." "Dan aku, Alex, tak akan pernah sudi membesarkan anak haram pria lain!" Kemudian hari, dia akhirnya mengetahui anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu begitu tenang, angkuh, dan terkendali itu berlutut di hadapanku dengan suara bergetar. "Celia, aku mohon padamu ... meskipun kau tak bisa memaafkanku, kumohon, izinkan aku menebus kesalahanku." Namun ... hatiku sudah tak merasakan apa pun lagi untuknya.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Disia-siakan

Pesona Istri Yang Disia-siakan

"Mas, lebih baik kita bercerai saja, kita jalani hidup masing-masing. Dengan begitu kita tidak perlu saling menyakiti lagi," ungkap Siti Latifa pada Harsa Ishara, melalui notifikasi pesanya. Harsa yang tadinya memang ingin mengunjungi keluarga kecilnya di rumah mertuanya itupun, mendapati notifikasi pesan dari Latifa seperti itu segera merealisasikan niatnya, tanpa berkabar terlebih dahulu. Harsa tiba di rumah orang tua Latifa. "Astagfirullah!" ucap Siti Latifa. Siti Latifa menyingkirkan dengan cepat tangan kekar yang melingkar di perut yang memeluknya dari arah belakang tubuhnya. Ia sangat terkejut, kesadaran cepat ia kuasai, sehingga tidak sampai membuat kegaduhan di pagi buta seperti ini, di rumah kedua orang tuanya. "Mas Harsa? Mengapa dia bisa ada disini? Kapan dia datang?" guman Siti Latifa sembari berusaha mengumpulkan kesadaran. Ia lekas beranjak dari posisinya yang kini sudah berubah pada posisi duduk. "Sayang, kamu mau ke mana?" tanya Harsa pelan. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, dan dalam keadaan mata yang nampak masih terpejam, namun, satu lengan Harsa berhasil menahan laju sang pujaan hati untuk tetap berada di posisinya. Harsa berharap, sang istri, Siti Latifa, yang kerap dipanggil Ifa, itu, urung meninggalkannya. Karena, sejujurnya ia masih sangat merindukannya. Dengan memejamkan mata malas, sesaat Latifa berusaha meredam rasa yang sulit diartikan saat ini, akhirnya ia memilih sambil meredam kekesalannya dan masih tetap pada posisinya, duduk di tepi tempat tidur dan urung  hendak beranjak dari tempat tidur tersebut. Ada rasa bercampur aduk dalam hati Siti Latifa saat ini, antara rindu, kesal juga benci, ketika mengingat perlakuan suaminya terdahulu kepadanya. Namun, saat ini tentu bukan waktu yang tepat untuk mendeskripsikannya. Sungguh rasanya Latifa ingin pergi saja menghindari Harsa lebih dulu pada saat ini, jika tidak ingat akan membuat kegaduhan di rumah orang tuanya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai arah malang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
363738394041
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status