Simpanan Ayah Angkat
Reflek, Rain pun mendorong tubuh Arumi, hingga tubuhnya terlentang di atas ranjang.
Ciuman hangat nan lembut itu kini berubah menjadi ciuman panas yang semakin menuntut. Lidah Rain, kian bermain dengan lincah, mengisap dan menautkan lidah itu di dalam mulut Arumi.
Kecapan bibir basah, di antara saliva yang saling beradu pun semakin membuat permainan mereka terasa begitu panas. Tangan Rain masuk ke bawah pakaian milik Arumi, sambil meremas gunung kembar wanita itu yang ujungnya kini sudah tampak menegang.