Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Aku nggak akan balik ke sana. Sampai waktu yang nggak bisa ditentukan. Di Jakarta, aku cuma jadi Reva si pengganggu, si mantan yang benci Arkha. Di sini ... di sini aku bisa mulai hidup baru.”
“Beneran?”
Reva tersenyum. “Beneran. Lagian, siapa lagi yang mau urus kamu kalau bukan aku?”
Kiara tertawa kecil, lalu menangis lagi. Namun kali ini tangis bahagia.
“Makasih,” bisiknya sekali lagi. “Makasih udah jadi sahabat yang rela ambil resiko gila buat aku.”
Reva meraih tangan Kiara. “Kita sama-sama, Ki. Kita berdua korban. Tapi sekarang, kita pilih jadi pemenang.”