DIJODOHKAN MAMA
“Kalau gitu, biar aku tungguin kamu. Atau… mau bareng aku aja? Jangan pulang sendirian, bahaya.”
Ziva menoleh, sempat menatap mata Dio yang penuh ketulusan. Hatinya goyah sejenak, tapi kemudian ia cepat-cepat menggeleng. “Nggak usah, Dio. Terima kasih. Aku tunggu Reza.”
“Kalau dia nggak datang-datang?” tanya Dio pelan.
Pertanyaan itu menghantam Ziva lebih keras dari yang ia kira. Dadanya menegang. Ada rasa sakit di balik kata-kata sederhana itu.
Bab Populer