Salah Melamar
Apa aku sedang bermimpi?
“Dijah, kenapa bengong disitu?” tanya mas Ammar yang kini sudah berbaring di atas kasur.
“Tidurlah,” ucapnya sambil menepuk bantal yang berada di sebelahnya.
Dengan rasa bingung, akupun menurut. Ikut berbaring, di kasur yang sama, menatap langit kamar yang sama, dengan jantung yang terus berdetak tak seperti biasanya. Apalagi ketika Mas Ammar mulai terpejam, tangannya tak sengaja melengkung ke perutku, aku seperti terkena sebuah sengatan listrik, yang membuat mata ini tak mampu terpejam. Lebih memilih menikmati dengkuran halus bak irama nyanyian cinta, yang sesekali menoleh, menatap wajahnya dan merasakan deru nafasnya.
인기 회차