Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tilasmat

Tilasmat

Terdiri dari tujuh kelompok dengan beranggotakan lima orang, kami semua berpencar dengan kelompok masing-masing untuk mencari bendera yang dimaksud. "Ini beneran jalannya lewat sini?" tanya Amira, bergidik ngeri ketika menatap jalan di depan kami. Jalan itu terlihat seperti tak pernah terjamah oleh manusia. Banyak lumut yang tumbuh di sekitaran jalan hingga mengakibatkan licin dan berbahaya jika tidak mengambil langkah hati-hati. "Awas, jangan sampai kalian terpeleset," selaku memperingati mereka berempat.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Kesempatan Kedua? (Aku, Kau dan Rahasia)

Suara Wendy terdengar di ujung sana, diiringi riuh suara klakson yang saling sahut. “Halo, Bang.” “Dimana, Wen?” “Di jalan, Bang. Macet parah.” Suaranya setengah berteriak. “Kenapa?” Langit melirik Saga. Pria itu berdiri terlalu diam. Tangannya terlipat, bahunya kaku. “Lo gak ke kantor?” tanya Langit tenang. “Ke kantor lah. Makanya ini di jalan. Tadi naik ojol, tapi ada kecelakaan. Stuck total.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
WA Untuk Simpanan Nyasar ke Istri

WA Untuk Simpanan Nyasar ke Istri

Bulan purnama terlihat memancar di atas sana. "Sepertinya lewat jalan besar macet, Dek. Kita potong jalan saja. Melewati jalan Mekar jaya." "Ia, A. Terserah Aa saja." Jalan Mekar jaya, memang bukan jalan besar. Jalan berkapasitas hanya untuk dua mobil itu sedikit lengang. Hanya ada beberapa cafe dan pedangang kaki lima juga warung remang-remang. Beberapa wanita penjajak hidung belang tengah mangkal, mereka melambai-lambai saat kami lewat. Mengira jika si pengemudi mencari mereka. Cukup banyak, namun satu yang membuat mataku melihat dengan jelas.
867.0K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

“Lama sekali. Seingatku, aku tidak pernah menempuh perjalanan sejauh ini.” “Hmm … soal itu.” Dengan gugup Sander menunjuk ke layar yang berada di samping setir mobil. Layar itu menunjukkan berbagai garis yang memiliki banyak cabang, saling berpotongan satu sama lain. Melihatnya saja dapat membuat Sander gelisah. “Sebenarnya dari tadi aku ingin bertanya padamu. Apa aku sudah mengambil jalan yang benar?” ***
103.7K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Pohon yang tingginya tidak seberapa dan berbaris-baris mulai mengeluarkan taring berupa ilusi setiap mata bahwa pohon itu bagai prajurit dan enam orang ini tawanan perang. “Ki ... kita lanjutkan saja,” pinta Pak Zukida. Berjalan kembali, kali ini tidak ada yang membuka suara. Mata dan telinga mereka benar-benar awas sekarang. “Jalan bercabang,” ucap Yosihara yang memimpin kelompok. Di depan mata ada dua jalan dan ditengahnya semacam lubang dalam seakan memebelah jalan dan entah sampai mana lubang ini berakhir dan mereka berjalan beriringan kembali.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Hamish harus menajamkan pandangannya memperhatikan jalan berlubang yang harus ia lewati. Beberapa kali mobil masuk ke lubang yang agak dalam membuat guncangan keras. Kadang-kadang Hamish harus mengambil jalur terlalu kanan atau sangat ke kiri untuk menghindari lubang dalam. Menurut GPS satu belokan lagi ia akan tiba di lokasi. Beruntung ia tiba tepat waktu. Di tempat lain, Erik yang sedang menunggu kedatangan Hamish menagih janji Mawar.
1060.8K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun

Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun

Meskipun begitu, Lena dan Woody Spencer tetap mengikuti Alicia Moore dengan patuh. Setelah berjalan sekitar dua jam, Gerard Rex dan Frederick Hawthorne kembali. Gerard Rex menyeka keringat dari dahinya dan berkata, "Tidak ada bahaya di jalur ini." "Semuanya tampak normal, tetapi orang-orang yang mendahului kita tampaknya juga berjalan melalui rute ini." Keith Mendes berkata dengan heran, "Bagaimana mungkin? Ada lebih dari sepuluh jalur ke pegunungan, dan ada beberapa rute yang lebih luas dan lebih aman daripada yang ini."
9.7438.6K viewsCompletedAdded to Library 10.5K Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Show Reviews (40)
Read
+Library
RibyNabe
Big applause to Author! ......... Setelah sekian lama merasa hampa sama dunia perwebnovelan, menemukan lagi cerita yang bikin jatuh cinta sama tulisan cantiknya! Aku rasa alur ceritanya pasti ga kalah bagus, walaupun baru baca 5 chp awal? ... Semangat, Author! Sekali lagi shout out to Author!
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga dan memiliki bakat yang besar, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya s
Read All Reviews
Era Baru

Era Baru

“Suasana di sini benar-benar mencekam dan dipenuhi dengan aura buruk. Jalan setapak yang sekelilingnya hanya terisi oleh pepohonan lebat memang memberikan tekanan yang hebat. Apa yang ada di sekelilingku ini benar-benar memberi tekanan yang hebat. Aku tidak mengira akan menemui hal semacam ini ketika berjalan ke Lembah Surawa. Apa mungkin tempat itu seberbahaya seperti yang dirumorkan?” Barata merasakan himpitan yang hebat saat berkuda melalui jalan setapak. Saat dia berkuda melalui jalan setapak itu, Barata merasakan jalan yang dia lalui benar-benar memiliki banyak bahaya. Dia merasa ada banyak pasang mata yang mengawasinya dan semakin dia mendekati tujuannya tatapan itu semakin panas dan s
1058.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Panglima Kuno Terjebak di Tubuh CEO

Bagas akhirnya mengakui kekeliruannya. "Belokan?" Kening Yuda berkerut heran. "Bro, jalur Ranusewu ke Pos Dua itu tak ada belokan ataupun bercabang di jalannya. Lurus semua, hanya perlu mengikuti jalan setapak di antara rerumputan rendah." Wajah Bagas makin terkejut. Tak ada belokan? Tak ada jalanan yang bercabang?
9.4193.4K viewsCompletedAdded to Library 6.6K Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
Jalan Pendekar

Jalan Pendekar

Pendekar Desa Swara, serta Pendekar Desa Alamanda Yodha dan kawan-kawan. Sementara Regu 1 pendekar Asoka. Masih belum mendapatkan gulungan hitam, gulungan terakhir sebagai syarat kelulusan mereka ujian tahap ini. Pagi itu mereka sedang berburu ikan di kawasan sungai sebagai bekal makan pagi mereka. Salah satu alasan mereka kesulitan untuk mendapatkan gulungan terakhir adalah karena Giri yang memandu jalan dengan peta lebih memilih jalan memutar daripada harus ke area tengah hutan.
9.119.5K viewsOngoingAdded to Library 780 Times as tanda awas jalan berkelok-kelok
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status