Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku menepuk lengan Om Kais pelan, lalu berkata dengan nada penuh kemenangan, “Kenalkan, calon adik iparnya Mas Pandu. Namanya—Kais Arfan Zaydan.”
Mas Pandu langsung menatapku seperti baru saja disambar petir.
“Astagfirullah, Dek!” serunya sambil menutup mulut.
Aku mencondongkan tubuh sedikit, menaruh telunjuk di depan bibir, dan berbisik jahil, “Sssttt… Alhamdulillah gitu, loh, yang benar, Mas.”
Wajah Mas Pandu berubah campuran antara syok, pasrah, atau marah.