Perfect Mate
"Aahk, Pak. Jangan. Jangan di sana. Yeah.., Terus, Pak. Terus!"
Suara wanita yang ia kenali sebagai asisten rumah tangga kini mengalun sampai telinga.
"Bibi Sri," Tetsu menggumamkan nama wanita itu. Sri sebenarnya baru bekerja beberapa minggu dan Tetsu juga tidak begitu akrab dengan wanita muda itu. Tapi hari ini, ia mau tahu apa yang dilakukan Sri sampai ia mendesah frustasi. Tetsu sampai di kamar belakang. Ia terjinjit berusaha mengintip, sayangnya usahanya sia-sia. Tak kehabisan akal. Tetsu menarik kursi, sebenarnya perbuatannya bisa langsung disadari dua insan yang sedang bercumbu mesra. Tetapi karena terlalu mendamba membuat keduanya seolah tuli dengan keadaan sekitar.