Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
“Aku cuma… nggak nyangka dia benar-benar pergi. Selama ini, sekeras apa pun aku marahin, dia selalu pulang.”
Shasa yang sedari tadi mengaduk jusnya langsung mencibir kecil. “Ya mungkin karena sekarang dia udah nemu tempat lain yang lebih enak, Pa. Anak durhaka kayak dia, kalau ada kesempatan—ya kabur.”
“Shasa,” tegur Surya tajam.
Shasa buru-buru memalingkan wajah, tapi Maya justru mengambil alih dengan kata-kata yang sangat terukur.