SENJA YANG KELABU
ucap wina sembari salah satu telunjuknya menepuk hidung berulang dengan pelan, mencoba menebak.
"Jangan - jangan apa?"
"Jodoh, salah satu diantara kita."
"Hahahahaha, mabok si Wina." ledek Sari.
"Dih malah ketawa."
"Sudah, ah, ayo pulang, tidak akan selesai - selesai kalau terus di bahas, karena sahabatku yang satu ini, sok menjadi peramal, ujung - ujungnya malah kemaleman sampai rumah.
Hot Chapters