Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Kedua Janardana

Pengantin Kedua Janardana

Jevera : Yang ungu, atau yang bulat-bulat? Olavius : Aku tahunya, terong itu ungu, doang. Samudera : Mas @Olavius, harus nyoba terong pipit. Darius : Apa itu terong pipit? Baru dengar aku. Harry : Terong hijau bulat-bulat. Zein : Di Kalimantan, disebut terong pipit. Samudera : Yes, @Zein. Aku ingat omongan bapakmu, waktu nawarin aku makan itu di rumah makan beliau.
8.58.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Kibasan kemenyan yang sempat disebarkan oleh Malika Tantrayani masih menyisakan bau sengit yang menempel di sela-sela pakaian mereka, memicu rasa mual yang tertahan di tenggorokan setiap prajurit. "Kita harus segera mencapai permukaan sebelum udara beracun dari parit luar memenuhi seluruh kelokan lorong ini, Setho," bisik Kalacitra, suaranya terdengar agak parau namun tetap mengandung ketenangan yang mutlak. "Uap belerang di atas telah bercampur dengan sisa-sisa Aji teluh sumbat yang kulepaskan, menciptakan kabut mati yang dapat melumpuhkan paru-paru manusia dalam sepuluh hitungan napas."
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Sehingga tidak heran jika Raja Ampat terkenal dengan keindahan kehidupan bawah lautnya. “Tempat ini seperti surga, Reynard.” Mia melihat lautan berwarna biru kehijaun yang sangat indah. “Tempat ini seperti surga jika aku bersamamu, Agape mou.” Mia menoleh dan memperlihatkan rona merah di pipinya. “Berhentilah merayuku terus, Mr. Metraxis. Kamu akan membuatku meleleh seperti mentega di bawah sinar matahari.”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Dan seekor lainnya berwarna coklat tua dengan garis-garis abu-abu di tubuhnya. Kedua belut sepertinya memperebutkan seekor bulu babi yang lumayan besar, dan memang makhluk berduri itulah makanan kesukaan kedua belut yang sering juga disebut orang-orang sebagai belut serigala.
1074.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Dina tersenyum, membaca tulisan kecil itu, “Kalau nama kita kotor di mata dunia, biar Tuhan yang bersihin pakai cahaya-Nya. Karena kebenaran nggak perlu teriak, cukup sabar, sampai semua yang gelap menua.” Air mata Dina jatuh tanpa bisa ditahan “Kamu terlalu bijak buat anak seusiamu Nak.” Dinda memeluknya “Soalnya aku belajar dari dua orang yang nggak pernah nyerah, Bunda.”
689 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Manusia Kelabang

Manusia Kelabang

Karena, manusia kelabang diciptakan hanya sebagai kedok untuk menutupi tindakan kotor di desa ini. Korban pertama yang dijadikan manusia kelabang adalah seorang gadis yatim piatu. Desa ini telah lama memelihara kelabang untuk dijadikan obat. Karena kelabang adalah hewan pemakan daging, gadis itu dibuang ke koloni kelabang untuk dimakan sampai habis. Sisa tulangnya kemudian dibuang. Dengan cara itu, desa ini bisa terus menjual kelabang sebagai obat tanpa ada bukti kejahatan.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

Dia bersikap denial, ketika dia tidak mau menyangkut pautkan ucapan Javeline dan sikap Jexon. Malam itu, bulan terlihat bersinar. Membuat sorotan mata berwarna coklat madu itu menatap dengan tenang dan sendu. “Hujan sudah reda.” Ucap Paula kembali, memeluk lengannya sendiri dan mengelus-elus lembut. **** 📍Blue Night Bar & Lounge
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

Di dalam tak terlalu kotor hanya saja tempat itu lembab, dan beberapa genangan air terlihat tenang di atas lantai semen. Dania mengamati gedung itu dengan seksama. Cat putih yang melekat pada setiap sisi mulai memudar bercampur beberapa noda berwarna kuning. Pencahayaan di sana pun temaram ditambah bau aneh yang menyengat. "Ra-" Suaranya terhenti karena tersentak kaget saat mendengar suara barang jatuh di belakangnya. "Raka kaukah itu?" jangan bikin takut, ini tidak lucu!" Dania mengikuti arah suara itu dengan perasaan cemas. Susah payah ia menelan salivanya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Merpati Tanpa Sayap

Merpati Tanpa Sayap

Kepolosan Bu Dewi seketika ditertawakan oleh wanita tua yang menggunakan make-up tebal seperti hendak mengunjungi suatu acara penting. “Hahahaha! Bodoh! Kalian ini penjual seafood! Bagaimana bisa kalian nggak tahu apa itu kaviar? Kaviar itu telur ikan yang super mahal!” olok si pembeli mengesalkan itu. “Maaf, Bu. Kami benar-benar tidak memiliki kaviar. Kami hanya menyediakan telur ikan salmon. Kami minta maaf, Bu,” Bu Sandra menghiba. Tubuhnya setengah tertunduk di depan wanita itu.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Menikah dengan Miliarder Berskandal

Menikah dengan Miliarder Berskandal

Cat temboknya didominasi dengan warna hitam dan kuning keemasan. Lampu-lampu kuning keemasan menghiasi bagian depannya. Tulisan “The Paradisus” di bagian atas depannya terlihat sangat elegan. Orang akan tahu itu adalah club malam untuk orang-orang kalangan atas hanya dengan sekali lihat. Dia menatap ke atas dengan datar. Bukankah Brent ingin mengajaknya bertemu dengan musuhnya? Kenapa dia membawanya ke club malam?
9.9116.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai merpati kelabu asap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status