ASI Untuk Bosku
Pelukannya terlalu erat dan terlalu lama untuk ukuran sebuah sapaan biasa.
“Kak Radit! Aku kangen banget. Rasanya udah lama banget nggak ketemu,” ucapnya dengan suara manja.
Radit terlihat kaku. “Sudah, Gita. Lepaskan. Kita di tempat umum,” katanya, berusaha menjaga jarak.
“Hehe, maaf,” jawab Gita sambil melepaskan pelukannya. Tatapan matanya lalu beralih. Dan di sanalah, berdiri Elina—tenang, namun sorot matanya tajam penuh ketegasan.