Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja
"Rina, kamu nggak tega melihatku menderita, kamu nggak tega melihatku terluka, 'kan? Sayangku, kamu masih mencintaiku, kamu masih mencintaiku! Aku nggak akan pernah membiarkanmu terluka lagi, Rina ...."
Dia berbicara tak karuan, memeluk orang dalam pelukannya makin erat, takut orang itu akan pergi.
Jika masa lalu hanyalah mimpi besar semata, betapa baiknya itu.
Setelah bangun dari mimpi, tidak ada yang pernah terjadi, dan orang yang paling dirinya cintai masih berada di sisinya.
Namun seberapa pun erat dirinya memeluk, orang dalam pelukannya tetap perlahan-lahan menghilang.
Hot Chapters