Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nafkah Batin Basi

Nafkah Batin Basi

Suara itu sepertinya tak asing di telinga Amelia. “Ante Amel?” sang bocah malah lebih dulu mengenalinya. “Ini Ante Amel, kan? Mama, ini Ante Amel!” teriak bocah lincah itu kepada wanita yang bersamanya. “Bilqis?” gumam Amelia seraya merunduk lalu memeluk gadis kecil itu. Daffin terpana.
10100.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

Saat mereka bernyanyi, atmosfer sekitar terasa sepi, hanya suara mereka yang terdengar. Namun, tak lama setelah mereka mulai menyanyikan lirik pertama, tiba-tiba terdengar suara lain yang mengikuti irama mereka. Suara itu terdengar serupa dengan suara mereka, namun lebih rendah dan serak. Seolah-olah ada seseorang yang menirukan lagu mereka. Alia menghentikan nyanyian dan menatap Dira. "Kalian dengar itu?" tanya Alia, jantungnya berdegup kencang.
605 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Gadis kecil itu memiliki rencana di dalam benaknya. “Tante, aaaaa ....” Sisil mengancungkan satu sendok penuh es krim ke mulut Ariana, dia ingin Ariana menerima suapan darinya. Ariana ingin menolaknya tapi dia tidak sampai hati melihat Sisil cemberut. Ariana menerima suapan itu. Sisil sangat senang karena Ariana bersedia menerima suapan dari sendoknya. “Paman, aaaaaa ....”
719.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Hingga Ais memeluknya, mengelus air mata yang mengalir di pipinya. Ais seperti mengerti apa yang dirasakan Mira. Tangan mungil itu mengelus lembut buliran air mata Mira. "Kakak... Ais mau mamam..." Mira tersenyum, tadi dia belum menyuapi Ais karena Ais teridur lagi setelah minum susu."Ais mau mamam pake telol ya kak..." Mira geli dengan pelafalan Ais yang belum bisa melafalkan huruf "r". Diapun menangkup pipi Ais yang gendut dan menciumnya.
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Maafkan Aku Salah Membencimu

Maafkan Aku Salah Membencimu

"Bohong. Ibumu mengatakan padaku bahwa aku tidak berguna. Kamu sangat sukses dan aku tidak. Kamu juga luar biasa, sedangkan aku hanya seorang pengecut tanpa kekuatan. Tak ada sesuatu yang bisa aku banggakan. Alena, aku tidak percaya diri. Aku benar-benar takut kamu akan meninggalkan ku suatu saat nanti." Ansen menangis dan memeluk istrinya dengan erat. Seolah-olah dia merasa putus asa dan kehabisan akal. Alena tak sanggup melihat pemandangan seperti itu, ia pun memeluk suaminya dan menenangkannya dengan kata-kata manis. "... Alena, jika suatu saat nanti Ibumu menyuruh untuk meninggalkan ku. Apakah kamu akan melakukannya?"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

“Terlalu bodoh untuk diriku menahan berat jutaan rindu apalagi menahan egoku.. Maafkanlah sikapku lupakanlah salahku..” Ridwan bernyanyi mengikuti lagu. Lili lalu terbangun, disusul oleh Rianti kemudian Riris. “Takkan ku biarkan kau menangis Takkan kubiarkan kau terkikis Terluka perasaan oleh semua ucapanku..”
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
SUMMER TRIANGLE

SUMMER TRIANGLE

Bagaimana aku bisa melupakannya Hari dimana kau berbohong padaku Kita tidak tahu apakah kita bisa kembali seperti semula Katakan apa yang harus aku lakukan Aku tahu kamulah satu-satunya yang membuat kehancuran ini (i won’t to admit it ~ Bangchan) Sedikit lirik yang terus terngiang-ngiang di kepala Aquila. Aquila mengamatinya dalam diam, dan menerka-nerka seberapa menderita Altair sampai bisa bernyanyi dengan penghayatan sedalam itu, siapa yang sudah menyakitinya.
5.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Maaf Om, Aku Mencintaimu

Maaf Om, Aku Mencintaimu

Dewi ikut mengusap perut Zehra. Ingin sekali Zehra kembali menangis, tapi Zehra takut Altan semakin khawatir. "Aamiin ya Allah ya robbal 'alamin." Zehra meremas genggaman tangannya dengan menumpuk tangan kedua orang tuanya dengan berbatin, "apa aku boleh berharap jika Tuan Jovan mencintaiku, ya Allah. Mungkin dengan begitu, aku masih bisa bertemu dengan anakku nanti."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Terjebak Sandiwara Bos Besar

Terjebak Sandiwara Bos Besar

Semua amarah dan kebenciannya kepada Ardan tidak bisa dibandingkan dengan sesaknya dada saat mendengar ucapan bocah kecil itu. “Mama tidak akan pergi, kamu kan tau mama menyayangi Alen?” ucap Lita sambil mengusap pipi bocah itu. Alen mengangguk lalu tersenyum sambil memegang tangan Lita. “Aku juga menyayangi mama.” Percakapan keduanya terhenti setelah Lita mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Raut wajahnya langsung berubah seketika.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

Ambil Saja Suamiku, Biar Kucari yang Baru!

“Maafkan aku kalau aku pernah menyakiti Mama.” Amaly bergerak mendekati Narumi, duduk di kursi sebelahnya. “Ini bukan salahmu, Na. Ini salah Mama.” Air mata Narumi semakin deras. Namun, sebelum ia bisa meresapi kehangatan yang muncul dari kata-kata ibunya, Amaly melanjutkan dengan suara yang membuat hatinya terasa hancur. “Na, bisakah kamu pergi dari tempat ini? Dan…” Amaly menjeda kalimatnya, suaranya bergetar. “Jangan kamu injakkan lagi kakimu di sini. Jangan ganggu hidup Liyou.”
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai alamate bocah lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status