Sang Penata Rias
Geraldy pun turut melakukan hal yang sama dan melanjutkan perkataannya,
“Duh, nggak usah munafik! Lo pasti berharap buat gue peluk, kan?
Belum sempat aku menggeleng untuk kedua kalinya, Geraldy langsung menarikku ke dalam dekapannya. Dia mendekapku dengan sangat erat, bahkan aku tak mampu menepisnya. Pipi kananku ditempatkan tepat pada otot dadanya. Dan hangat tubuhnya pun langsung menempel erat pada kulit-kulitku.
Aku yang syok, sontak menghentikan tangisan dan hanya terbelalak. Rasanya jantungku sudah berada pada level detakkan terkencang.
ตอนยอดนิยม