DIA AYAHKU
Entah kepercayaan diri dari mana sampai-sampai aku tak malu mengungkapkan jati diri.
"Oh, benarkah? Maaf, mungkin aku sudah terlalu tua. Tidak lagi dapat mengingat dengan baik. Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Siapa Ayahmu?"
"Komandan Siagian," jawabku tegas. Ya, itulah nama Ayah kandungku. Putra tertua dari Maruli Siagian, almarhum Kakekku yang baru saja meninggal.
Menurut cerita Ibu, Kakek memberikan nama itu karena berharap Ayahku menjadi seorang abdi negara. Sayang sekali, Ayah memiliki penyakit asma, sehingga gugur saat sedang mengikuti seleksi.