Istri Nakal Mas Petani
Ia mengetik beberapa hal yang perlu dilakukan agen itu untuknya.
“Baik … untuk sekarang segini aja sudah cukup,” gumam Wira, mengeklik tombol ‘KIRIM’ di aplikasi pesannya.
Wira meletakkan ponsel dan bangkit membuka bagian pintu lemari yang jarangia buka. Dari dalam bagian itu, Wira mengeluarkan sebuah jaket kulit hitam, beberapa hanger berisikan kemeja-kemeja mahal yang bahannya mengilap, serta kotak sepatu besar yang isinya sepasang ankle boots dengan gesper di bagian mata kaki. Itu adalah beberapa keperluan yang sempat ia beli saat pergi rapat ke Michigan, Amerika Serikat. Saat itu, Pak Martin mengatakan bahwa ia perlu mencuri hati seorang direktur wanita untuk kelancaran bisnis mereka.