Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nikah Yuk, Gus!

Nikah Yuk, Gus!

Shofi, gadis karyawan pabrik roti dekat pondok pesantren Asmaul Khusna. Ia sering mendapat titipan tetangga di kampung untuk mengirimkan paket ke pondok pesantren. Karena itulah ia dipertemukan dengan Gus Farhan, sosok pemuda cerdas yang alim dan seorang putra kyai—Abah Aziz. Sayangnya lingkungan kerja Shofi tidak baik, teman-temannya sering mabuk dan main ke tempat terlarang. Salah satunya Anggi, dia merupakan teman dekat Shofi yang biasa menjadi rekan curhat dan bergurau di pabrik. Pada suatu sore, Anggi mengajak Shofi pergi ke suatu tempat untuk menemui temannya, sayangnya Shofi justru dijebak di tempat dugem. Ia dijual oleh Anggi kepada Bos Bagong untuk melunasi piutang keluarga. Shofi tidak bisa keluar dari sekapan Bos Bagong. Anak Bos Bagong mengintainya ke mana pun ia pergi. Shofi akhirnya berjanji jika bisa keluar dari tempat itu, ia akan balas dendam kepada Anggi. Mampukah Shofi keluar dari sekapan Bos Bagong untuk balas dendam? Apa yang akan dilakukan Gus Farhan untuk menolong Shofi? Yuk simak kisahnya!
Romansa
7.77.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Jingan, si elang yang hidup bersama dengan Calistung, suatu siang membawa seorang anak bayi dan meletakkannya di hadapan Calistung. Terperangahlah Calistung. Bagong melangkah dengan hati-hati. Bayi mungil bernama Senala terbungkus kain lusuh di punggungnya, tubuh kecilnya nyaris tak bergerak, hanya sesekali terdengar suara napas lembutnya. Bagong, dengan tubuh gemuknya yang berkeringat, berjalan menyusuri jalan setapak yang jarang dilalui manusia. Kabut tebal menyelimuti hutan, membuat setiap langkah terasa seperti memasuki dunia lain yang penuh misteri. Ketika matahari mencapai puncaknya, Desa Jenang sudah berubah menjadi puing-puing. Lima orang itu menaiki kuda mereka dengan puas, meninggalkan kehancuran di belakang mereka. Warga desa yang tersisa hanya bisa memandang dengan tatapan kosong, terlalu takut untuk melawan atau bahkan berkata-kata. "Latihanmu selama ini bukan untuk bermain-main, Anakku. Mungkin waktunya tiba untuk kita mempertahankan apa yang harus kita lindungi."
Pendekar
101.4K viewsCompleted
Read
Add to library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status