LETUP
Sapaan mendadak itu sontak membuat Kaila menoleh, menemukan sesosok pemuda asing tengah tersenyum ke arahnya.
“Sori, ...” Kaila mengernyit samar. “Siapa?”
Lelaki itu tertawa kecil. “Fano,” balasnya. “Yang di perpusat kemarin.”
Seketika Kaila menaikkan sebelah alis, rautnya tidak suka. Gadis itu lalu mengernyit lebih kentara. Ia memang tidak terlalu mengingat wajah Fano-Fano yang membuatnya kesal tempo hari itu, mereka hanya bertemu satu kali dan berinteraksi sekilas, bagaimana Kaila bisa mengingatnya? Tapi kini, sepertinya ia ingat. Dari cara bicara serta suara lelaki di hadapannya, sosok ini memang sama dengan yang kemarin bertemu dengannya di perpustakaan pusat.
Hot Chapters