Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as terpaut
Read
+Library
Tersesat

Tersesat

Korbannya akan membentur-benturnkan dirinya sendiri hingga kepalanya pecah. Yang terakhir ini tidak terlihat karena yang diserang adalah tulang dan persendian. Korbannya tidak terlihat melakukan apa-apa, tapi terkapar tak bernyawa dan saat dimandikan seperti tidak bertulang. Tulangnya telah melebur hancur. Apood bertugas meletakkan media-nya di kediaman Zimat, di rumah pengasingan.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as terpaut
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

Akun ini kemarin sudah ia tolak untuk bergabung sebab tidak memberikan alasan mengapa ingin bergabung dalam website yang Mutia kelola itu. Kali ini lain, akun dengan username @rerenata17 itu kembali melakukan apply dengan memberi alasan mengapa ingin bergabung dalam website Alanisme. Ketika membaca alasan yang diisi pemilik akun @rerenata17 terkait apa yang membuatnya bergabung di website ini. Dahi Mutia sampai berkerut, sebab tertulis disana 'Alan tidak sengaja membuatku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama di dalam taksi. Sayang sekali dia sudah beristri, tapi jahatkah bila aku ingin merebutnya dari istrinya?'.
450 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as terpaut
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

Sebelum pergi seperti biasa Agista pergi ke danau untuk menemui dan curhat pada bunga teratai yang ada di sana. "Hai teratai, aku akan pergi. Aku ingin menghapus semua kenangan buruk yang ada di sini dan mencari kehidupan baru. Selamat tinggal, jika suatu saat Yuda datang padamu dan menanyakan keberadaan ku tolong jangan katakan aku di mana!" Seperti bicara pada manusia saja, Teratai memang sahabatnya sejak lama. Karena dia tidak memiliki sahabat dekat, hampir semua teman-teman sekolah dia menjauhinya dengan alasan miskin.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as terpaut
Read
+Library
LETUP

LETUP

Sapaan mendadak itu sontak membuat Kaila menoleh, menemukan sesosok pemuda asing tengah tersenyum ke arahnya. “Sori, ...” Kaila mengernyit samar. “Siapa?” Lelaki itu tertawa kecil. “Fano,” balasnya. “Yang di perpusat kemarin.” Seketika Kaila menaikkan sebelah alis, rautnya tidak suka. Gadis itu lalu mengernyit lebih kentara. Ia memang tidak terlalu mengingat wajah Fano-Fano yang membuatnya kesal tempo hari itu, mereka hanya bertemu satu kali dan berinteraksi sekilas, bagaimana Kaila bisa mengingatnya? Tapi kini, sepertinya ia ingat. Dari cara bicara serta suara lelaki di hadapannya, sosok ini memang sama dengan yang kemarin bertemu dengannya di perpustakaan pusat.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as terpaut
Read
+Library
CERAI

CERAI

" Zaira akan ingat semua pesan dari abi dan umi, Kalau begitu Zaira pamit pulang abi,umi, dan teman teman semua terimaksih atas kebaikannya selama ini dan terimaksih sudah menjalin pertemanan baik dengan Zaira. Semuanya Zaira pamit Assalmu'alaikum Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab semua penghuni pesantren. ***** Saat ini Zaira sedang berada di terminal menuju kampung halaman nya. Tiba tiba penglihatannya menangkap pergerakan seorang pria parubaya yang kesulitan membawa barang barang nya. Lantas ia menghampiri pria tersebut. Pak, ini barang barang nya semua punya bapak? tanya zaira dengan lembut
106.9K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as terpaut
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Potongku, bangkit meninggalkan gerombolan tamu tak diundang yang memuakan. Bukan maksudku bertindak tidak sopan, hanya saja aku merasa sikap dan perilaku mereka sudah keterlaluan. Lagi pula aku merasa jika meneruskan pembicaraan dengan mereka hanya akan membuatku semakin meledak, dan menumpahkan segala rasa dan kekesalan yang selama ini ada. Air mataku menetes, ada sesak yang mendadak mengembung didada. “Ya Tuhan, kuatkan aku dan jagalan perilakuku terhadap mertua dan ipar-iparku.” Doaku dalam hati sambil mengusap air mata yang terlanjur menetes.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as terpaut
Read
+Library
Euforia

Euforia

⭐⭐⭐ "NINDIIIII!" Seorang gadis berambut pirang panjang dengan ikatan model pony tail berteriak sambil memasuki kelas dengan sedikit panik, wajahnya pucat, serta seragam compang-camping persis seperti seseorang yang habis bertarung melawan zombie. Reyya, atau biasa Nindi panggil dengan sebutan Bule Canada itu sudah berteman akrab dengannya semenjak mereka masih duduk di taman kanak-kanak.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as terpaut
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Galih: Otong mulai mau homo. Otong: Eh anjir, gue masih normal!! Regal: Lo mau beri semangat atau mau marahin Verdi ha?? Huruf gede semua kayak gitu. Otong: Diam kau Regalorangjomblo Verdi: Makasih
103.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as terpaut
Read
+Library
Terapis Pembawa Petaka

Terapis Pembawa Petaka

Dirga menghampiri dan memelukku, mencoba menenangkanku, "Sayang, tenanglah." "Kenapa kamu marah-marah sama terapis? Sudah, jangan marah-marah." Aku menjadi tenang setelah dipeluk dan ditenangkan Dirga. Aku memelototi Tiara yang terduduk di lantai. Aku memutuskan untuk mengatakan pada Intan bahwa terapis pasca persalinan yang dia pekerjakan ini memiliki masalah karakter. Ketika Tiara melihatku mulai tenang, dia kembali berdiri dan mengatakan akan mengerjakan layanan selanjutnya.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as terpaut
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status