KEMBALINYA SANG RATU
Petani‑petani setempat pun berkumpul, menyambut setiap kata seperti seutas benang yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.
“Sahabat-sahabat saya,” kata Pandit Arvind sambil menatap langit, “tanah ini mengajarkan kita untuk bersabar, untuk menghargai tiap detik yang kita pijak. Bila tanah ini disatukan dengan elemen api, air, dan angin, maka angka nol yang kita lihat bukanlah kehampaan, melainkan titik mula bagi segala kemungkinan. Sebuah lahan yang subur, jika diberi perhatian yang cukup, akan tumbuh menjadi ladang peradaban. Dan saya percaya, dari sinilah, dari ketulusan hati yang menganyam doa, lahirlah harapan baru bagi dunia.”