Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.” Tari tertawa lebih keras lagi, sampai harus menyandarkan kepalanya ke sofa. “Astaga... kamu ini…” “Jangan meremehkan penyair,” kata Radit dengan gaya dramatis. “Puisi ini terinspirasi langsung dari wajahmu saat menyebut burung tak betah di kandang." Tawa Tari berlanjut. Entah mengapa, walau puisinya jelek dan candanya konyol, sesuatu terasa ringan malam itu. Bukan karena semua tuntas, tapi karena luka terasa sedikit lebih bisa diajak bercanda.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai bait puisi
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Tapi, yang jelas malah target saling membunuh. 🌫️ PUISI TERAKHIR Ong Kiat berjalan ke arah tebing. Salju di bawah kakinya berderak. Di tangannya, pedang masih meneteskan darah. Di dadanya, gulungan kertas puisi—yang tak pernah ditulis. Di kepalanya, satu kalimat terakhir: "Aku dapat 12 bintang untukmu. Tapi kau lebih memilih matahari palsu." Ia berdiri di tepi jurang. Badai makin kencang. Tapi ia tidak merasa dingin.
296 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai bait puisi
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

"Dulu aku suka membuat puisi. Lalu diam-diam menyelipkannya di laci mejamu saat kelasmu sudah kosong sepulang sekolah. Aku hampir setiap hari melakukannya. Jadi Jihan bagian mengamati situasi kalau-kalau ada siswa yang lewat kelasmu. Itu konyol sekali." "Puisi? Itu buatanmu? Sungguh buatanmu?" tanya Bian dengan wajah serius tiba-tiba. "Ya. Aku membuat puisi dengan judul bertema alam. Ada bulan, awan, bintang, hujan, pohon, laut, dan sebagainya. Aku letakkan di bawah laci mejamu." "Kal, kau tidak berbohong, kan?" Ada nada mendesak di sana.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai bait puisi
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

ucap Louis sedikit lantang. "There's a beautiful maiden in her cage She's beautiful, with joyful british blue eyes shining through her eyelid to illuminating the world." Louis mulai membacakan bait pertama dari puisinya cukup lantang. Bait itulah yang memprovokasi timbulnya suara-suara bisikan dari bangunan di depannya. "She has a heaven inside her soul where there's silver stream flowing through her heart against her veins into nowhere." Bait keduanya membuat suara bisikan itu menjadi lebih keras dari sebelumnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai bait puisi
Baca
+Pustaka
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Sekolah besar itu hening sebab semua murid sedang belajar. Hari ini jam pelajaran Biologi membuat Dafa harus mengajar dengan dampingan guru lain. "Anak-anak sudah mengerti dengan puisi?" Itu bu nonna yang dikenal dengan julukan penggoda. Bahkan dia terlalu gatal sampai ada guru laki-laki yang pindah karena ulahnya. "Mengerti bu,"jawab murid dengan serentak. "Baik. Jadi tugas kalian adalah membuat puisi dengan bait minimal lima." Kali ini Dafa yang menjelaskan membuat semua murid menggerutu pelan. Minimal lima dalam lima baris itu yang di maksud Dafa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai bait puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status