Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Setelah selesai, ia menghela napas lega. Giliran berikutnya adalah Matt. Ia tidak terburu-buru menjawab, melainkan tersenyum sambil menatap Leia. "Jika saya tidak salah ingat, yang Anda katakan tadi adalah sebuah bait, bukan puisi." Leia tertegun sejenak. Tim produksi dengan cepat mencari di internet untuk memeriksa bacaan Leia. Setelah memastikan bahwa itu adalah bait, bukan puisi, Leia mengepalkan tinjunya dengan frustrasi. Merasa dipermalukan oleh Matt, Leia menghela napas panjang dengan senyum masam di wajahnya. "Saya tidak bisa memikirkan yang lain. Kalian lanjutkan."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 69 Times as bait puisi
Read
+Library
Batas Tipis Benci

Batas Tipis Benci

Saat Sita berbalik hendak pulang, Sheira berdengkus dan mencibir Sita. “Ternyata orang rendahan akan tetap bersama dengan rendahan lainnya. Babu juga akan tetap bersama babu, meski tampan dan cantik tapi tetap sama-sama jongos.” Walaupun pelan mengatakan itu Sita dan yang lainnya mendengar dengan jelas ucapan Sheira. Langkah Sita terhenti dan menoleh ke arah Sheira yang terlihat asik memakan puding buah di piringnya. “Maaf, siapa yang Mba Sheira maksud sebagai jongos?” tanya Sita pelan.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as bait puisi
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.1K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as bait puisi
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Bagaimana cara membuat kata-kata yang selaras, tidak lebay, dan tidak aneh? Sumpah ya. Satu di antara kelemahannya adalah pelajaran mengarang, menulis cerpen atau sejenis. Puisi mungkin hanya beberapa bait, tapi demi apapun sulitnya selangit. Saking konsennya membuat bait, Kael tidak sadar Rere melangkah masuk. Gadis itu sempat mengangkat alis melihat muka Kael yang berkerut dan tampak sangat serius. Dia terus berjalan melewati laki-laki itu menuju meja makan. Hari ini dia membawa bubur kacang hijau buatan nenek. Katanya buat si kembar.
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as bait puisi
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
Kebangkitan Pendekar Amnesia

Kebangkitan Pendekar Amnesia

"Kamu tahu nggak arti puisi itu? Kamu kira dia ingin membunuhmu karena puisi itu? Jelas-jelas kamu sedang menggoda dia!" 'Bajingan bodoh yang nggak tahu malu! Dia bahkan nggak mengerti arti puisi itu! Masih berani bilang orang lain ingin membunuhnya hanya karena satu bait puisi? Padahal jelas-jelas dia menggunakan kalimat itu untuk menggoda wanita itu!' 'Bajingan ini ... setelah mendapatkan banyak uang, malah jadi semakin nggak tahu malu!' "Aku benar-benar nggak menggoda dia!" Jimmy terus berpura-pura membela diri. "Yunan sendiri yang bilang, siapa pun yang berani membaca puisi itu di depannya, dia akan membunuhnya."
9.690.8K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as bait puisi
Read
+Library
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 2 "Oh, sungguh? Kebetulan sekali kalau begitu! Aku memang sudah muak menjadi sapi perah di keluarga ini. Biaya hidup kalian aku yang tanggung. Listrik, beras, uang kuliah bahkan beli sab ..."
1029.2K viewsCompletedAdded to Library 643 Times as bait puisi
Read
+Library
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

ucap Bu Delia "Nenek tua apa mah? Risa gak pernah tuh cerita macam-macam sama papa,"ucap pak Darwin. "Udahlah Pah, Mama gak jadi cerita."pungkas Bu Delia lalu mulai menyendok sup ayam yang ada di hadapannya. "Pak Darwin hanya menggeleng mendengar perkataan istriya. ****
102.9K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as bait puisi
Read
+Library
Memaksa Jadi Madu Akan Kubuat Kau Seperti Babu

Memaksa Jadi Madu Akan Kubuat Kau Seperti Babu

Hanin mencibir. Aku mencebik.”Itu hasil ketikan jarimu, cantik. Mana ada aku yang mengetik itu.” Hanin tersenyum lebar sambil meringis. “Aku lupa. Tapi sepertinya Bang Harya tahu niat Mbak itu untuk membuat si kutil panas.”
12.5K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as bait puisi
Read
+Library
Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Pembalasan untuk Madu yang Menjadikanku Babu

Meja khusus telah dipesan jauh-jauh hari, lengkap dengan menu pilihan dan musik yang dipentaskan secara langsung. Dari sudut yang tidak terlalu dekat dengan meja Shelia dan Byzan, sang penyanyi melantunkan lagu-lagu romantis. Sekarang lagu yang dinyanyikan oleh biduanita itu adalah “Bahagia Tanpa Jeda”. Namun, lirik lagu yang dapat menghanyutkan perasaan pendengarnya itu tak membuat hati Wati tersentuh sama sekali. Benaknya dipenuhi prasangka. “Lagu ini selalu membuatku baper,” cetus Byzan mengawali percakapan mereka. Wajah Byzan tenang dan tatapannya teduh saat memandang Wati.
1012.7K viewsCompletedAdded to Library 417 Times as bait puisi
Read
+Library
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

mataku terbelalak melihatnya. "Ya." "Aku butuh yang lebih banyak dari ini, Mbah. Ini kan hanya setetes," ucapku. "Mbah dan Nyimas hanya bisa memberimu setetes. Poison itu tidak akan langsung mematikan korban, tetapi akan membuatnya menderita perlahan-lahan sampai kau puas. Kamu jangan khawatir, nanti setiap madumu meneteskan air mata, botol bening itu akan terisi lagi oleh setetes poison. Dan kau bisa gunakan keesokan harinya. Begitu seterusnya, sampai kau puas mempermainkan penderitaan madumu," jelas Mbah.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 212 Times as bait puisi
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status