Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

"Dan sekumpulan orang bodoh itu! Mereka nggak sadar kalau sedang dimanfaatkan, dan malah membantunya!" Sementara itu, aku malah tenang saja dan meminum tehku perlahan, "Biarkan saja dia mau apa. Aku mau lihat sejauh mana dia bisa bertingkah." Tentu saja Rani mulai mempromosikan barang setelah menangis menceritakan penderitaannya. Sambil terisak dia berkata dengan terbata-bata, "Aku benar-benar nggak punya pilihan lain. Aku bukan orang yang berkuasa, tolong bantu aku!"
8.2K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as bait puisi
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

Tap, taph, taph. Prasti termundur beberapa langkah, akibat energi balik dari benturan pukulannya dengan Batara. Srrgh..! Sedangkan Batara hanya sedikit bergoyang di tempatnya, tanpa bergeming selangkah pun. Akhirnya aji pamungkas 'Gelombang Marabunta Lebur Jagad' segera disiapkan Prasti. Dia sudah bersiap bertarung hidup mati dengan kedua lawan tangguhnya itu.
9.962.8K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as bait puisi
Read
+Library
Bride (Indonesia)

Bride (Indonesia)

jangan lupa vote, like and love follow juga writer in box @writer in box youtube puisi, writer in box
104.6K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as bait puisi
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Gini Mam, selama beberapa hari ini aAku sangat penasaran dengan orang yang telah menulis puisi ini.” Andre menyerahkan satu lembar kertas yang berisi puisi. Sengaja dia men-scan halaman pertama notes itu, berharap Imam tidak akan curiga dengan rencana sesungguhnya. Imam pun kemudian membaca puisi yang tertulis pada kertas tersebut. “Maaf Pak. Ada apa dengan puisi ini?” “Aku tertarik dengan puisi itu. Meski terlihat sederhana, tapi membuat aku terkesan. Tapi sayang aku tidak tahu siapa penulisnya.”
107.3K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as bait puisi
Read
+Library
Ahli terhebat di Kota Dumai

Ahli terhebat di Kota Dumai

Cabangnya rendah karena beban air, tetapi terlalu rendah untuk menyentuh lumpur. Begitu matahari merah terbit, ia masih sejajar dengan langit. Puisi ini ditulis oleh Brian Marion, dan mengungkapkan kekuasaan seorang kaisar. Setiap kata kaligrafi Yohan ditulis dengan indah. Melihat kaligrafi ini, tampak seperti naga dan harimau sungguhan yang sedang berlari ke arahnya sendiri, kekuatannya sangat tak tertandingi.
9.664.4K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as bait puisi
Read
+Library
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Di Tian masih ingat bahwa dia menggunakan Dao Sastra Ilahi tahap pertama saat menulis bait puisi untuk diberikan kepada Fen Xuemin. Tahap pertama dari Dao Sastra Ilahi disebut dengan Niat Kata, dan Di Tian melakukan itu supaya Fen Xuemin benar-benar menghayati isi bait sekaligus memahami makna di balik bait. Atas dasar itulah Di Tian ingin tahu apakah Fen Xuemin menyukainya atau tidak. Hanya sebatas itu.
9.8442.3K viewsCompletedAdded to Library 11.9K Times as bait puisi
Show Reviews (181)
Read
+Library
Warna Ijo
hukum surgawi mungkin tdk jauh berkaitan dngn judul novel itu sendiri pewaris dewa penciptaan, yg berarti jika sebuah hukum surgawi itu berkaitan dengan sebuah kehancuran masal, krna sejati'a sang Pencipta pasti bkn hal yg sulit untk mlakukan kehancuran pda sbuah ciptaannya sendiri,. maaf hehehe
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Days to Remember

Days to Remember

Lembaran senja menjadi sembilu Sejuta sajak bukan indah terlalu Melainkan pelangi yang tersembunyi benalu Menjadi saksi Sang Maha Tahu Wahai kau, Senja yang mengikat waktu Melepas sembilu menjadi lalu Kemudian hening di fajar yang baru Menanti pelangi berbaju baru. Pagi ini semua tak tampak biasa, banyak murid yang berdiri di depan majalah dinding. Dalam hitungan menit setelah sampai di sekolah, aku bisa mendengar rumor bahwa ada puisi bagus di rubrik mading. Pundakku terasa terangkat, aku bisa merasakan atmosfer teman-teman lainnya yang mungkin saja menyukai puisi yang kutulis kemarin itu. Aku dan Ani, ikut pergi untuk melihat mading, anak-anak kelas sebelah dan kakak kelas juga ikut menger
102.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as bait puisi
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ini bukan lagi sekadar inspirasi; ini adalah The Primal Pulse. Kau tidak menggunakan pena. Mengikuti teknik Wu Wei yang kau pelajari, kau hanya membayangkan sebuah konsep tentang "Keberanian yang Lembut". Seketika, benih di tanganmu meledak menjadi sebuah galaksi mini yang tidak terdiri dari gas atau debu bintang, melainkan dari Bait-Bait Puisi yang Memiliki Massa.
713 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as bait puisi
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as bait puisi
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status