Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Hanya Karena Tak Berpendidikan Tinggi

Ini dikit lagi," pesan Ibu. Aku manggut-manggut. Selama berjalan dari halaman rumah ke kamar, mata ini tak henti berkali-kali memandangi tas belanjaan yang berisikan pakaian pemberian Pak Zen. Apalagi nominlnya, semuanya lebih dari sepuluh juta. Bajuku saja menyentuh angka delapan untuk tiga baju ini. Sungguh membuatku makin malu dan tak enak hati.
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Nama Mantan di Buku Pendaftaran Siswa Baru

Nama Mantan di Buku Pendaftaran Siswa Baru

"Iya, Adit tahu." "Oh, ya, Dit, tadi di warung ada yang jualan gamis. Ibu suka banget sama bajunya, jadi Ibu ambil dua. Lumayan buat ganti-gantian kalau ke pengajian. Ibu itu malu, kalau datang ke pengajian gamisnya itu-itu terus mana udah buluk." Panjang lebar ibu menjelaskan dengan muka yang dibuat sedih tapi aku tahu ke mana arah pembicaraannya. Tunggu bentar lagi, pasti tebakanku benar.
5.89.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

“Ya yang milik Ibu belum bisa diambil hari ini, karena tadi beliau telfon lagi minta di rubah lagi modelnya.” Pantess, dari kemaren Ibu sibuk kirim pesan padaku minta nomor Bunda Arlita. Ternyata mau seenak udelnya toh, request modal madil bajunya. Biarin aja dirombak terus biar pas waktunya dipakai, kebaya milik Ibu belum keambil. Batinku geram. “Ya sudah kami ambil seadanya saja Bunda, milik kami cewek-cewek sama milik cowok-cowok juga anak kecil.”
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

“Tah, sedang apa di situ?” Aku berbalik, melihat Ibu berjalan mendekat dengan satu kantong besar nasi bungkus di tangannya. Pandangannya tidak berubah, masih sama seperti biasanya, dingin dan penuh ketidakpedulian. Aku membuka mulut ingin menjawab, tapi Ibu melewatiku begitu saja. Ibu berjalan cepat menuju pintu rumah, membuka kuncinya, dan masuk tanpa sepatah kata.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Misteri Perempuan yang Memakai Gaun Tidurku

Misteri Perempuan yang Memakai Gaun Tidurku

Dua sosok yang duduk di depan kami itu sedang terlibat obrolan serius dan seru sampai tidak sempat diam. Kondisi ini memberi kesempatan untuk Ibu berbicara padaku. Beliau mendekat, mencondongkan badannya ke arahku. Wajahnya jadi semakin serius. “Ibu mau bilang, walaupun kalian sudah berumah tangga, sudah suami dan istri, tetap saja ada hal yang harus dijaga, Anakku. Kalau bisa, lain kali jangan taruh pakaian tipis begitu di keranjang baju kotor. Baju begitu sangat pribadi,” lirih ibu yang berhasil membuat jantungku memompa.
22.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Setelah Perselingkuhan Suamiku Terbongkar

Ia pun turut melihat pakaian yang ia kenakan hingga ke ujung kaki. "Baju pemberianmu, yang memang sengaja jarang ibu pakai agar tidak rusak. Ibu ingin merawat dan menjaganya untuk kenang-kenangan darimu," ujar ibu dengan pandangan sayu. "Masya Allah ibu, padahal kalau sering dipakai malah bikin Anita senang. Nanti kalau rusak Anita akan belikan yang baru lagi." Aku mengusap lengan ibu lembut.
9.4165.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Beliau tampak bersemangat. "Nawang, lucu ya," ujar Ibu dengan menunjukkan setelan baju bayi lelaki. Setelan baju kemeja dengan celana berbahan katun lembut dan rompi yang melengkapinya. Sangat lucu memang. Sepertinya Ibu, menginginkan cucu laki-laki. Tak heran, sebab Ibu sudah punya cucu perempuan dari mbak Asih. "Kamu capek?" tanya Ibu.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
720 Jam

720 Jam

ujar perempuan itu menjawab tanya yang terpantri di wajah sang papa. Radiga duduk kembali lalu menatap sang calon memantunya tersenyum. “Bener apa yang dibilang Tata, Bib?” tanya pria itu serius. Sementara, Habib mengangguk lalu tersenyum. “Rencananya pa, Habib mulai mikirin tentang baju yang nanti Anita dan Habib pakai. Papa punya saran butik?” tanya laki-laki itu.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

ucap Nyonya Ikada sambil menyodorkan pakaian. “Apakah ini tidak berlebihan. Maksud saya, Ibu begitu baik.” “Ini tidak berlebihan, kau kan kemari tidak membawa baju. Semoga baju ini terpakai dan pas di badan.” “Terima kasih Ibu.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
DENDAM ANAK LELAKIKU

DENDAM ANAK LELAKIKU

"Iya terserah deh, tapi kan nggak harus pake baju kayak gitu juga kali.. Ganti sana, yang kerenan dikit. Mama kan udah beliin banyak baju. Kenapa nggak dipakai?” "Baju yang mama beliin itu kan modelnya minim semua. Masa’ ke kajian pakai baju kayak gitu, Mah. Malu ntar sama yang lain.” Putrinya terlihat cemberut, sementara Mayang sendiri langsung mencebik. Semakin besar anak itu memang jadi makin sering membantahnya. "May berangkat dulu deh, Mah, Pah. Assalamu'alaikum ...."
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai baju atasan ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status