Bara Dendam Sang Prabu Boko
“Kami ini para wiku suci, tidak menyentuh wanita. Apalagi kalau wanita seperti itu!”
“Iya, Sayang!” Rahastya menambahkan, menyambut perkataan temannya. “Kami lebih suka wanita yang tidak menggoda suami orang. Bukan begitu?” katanya lagi, lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak lagi, lebih keras dan lebih lepas dari sebelumnya, sementara Jentra mencubit dahinya, wajahnya sudah masam seolah dia baru saja menggigit jeruk nipis satu keranjang penuh. Bahkan dari kejauhan, tercium aroma manis dari pisang goreng yang mungkin Amasu sembunyikan dalam jubahnya.
Bab Populer