Pelukan Panas Tukang Kebun
Gadis itu mengenakan gaun malam yang sangat anggun, menatap Juna dengan binar mata yang penuh damba.
"Pak Juna, perkenalkan ini putri tunggal saya, Clarissa," ujar pria itu dengan nada bangga yang sengaja ditinggikan agar terdengar oleh kolega di sekitar mereka. "Dia baru saja menyelesaikan s1 dan S2-nya di London dengan predikat cumlaude. Tidak hanya itu, putri saya ini juga sangat berbakat main piano klasik, bahkan pernah tampil di aula konser megah di Eropa."
Clarissa mengulas senyum manis yang sudah dilatihnya di depan cermin, lalu mengulurkan tangannya yang lentik ke arah Juna. "Senang sekali berkenalan dengan anda, Pak Juna."
Bab Populer