Ternyata Aku Istri Konglomerat
“Kita ini keluarga, Kak Dev. Harusnya bisa dibicarakan baik-baik—“
“Harusnya kalian pikirkan itu sebelum menyiksa istriku seperti budak.”
Kata-kata itu seperti cambuk.
Dan untuk pertama kalinya, mereka benar-benar tahu: ini bukan lagi soal warisan.
Ini soal seseorang yang mereka injak, bangkit dan mulai membalas.
Sore hari, Niara duduk di kamarnya, matanya masih menatap kosong ke arah koper tua yang dulu dia isi pakaian seadanya, saat pertama kali datang ke rumah ini sebagai istri Devan.