Madu dari Mertua dan Ipar
Mataku sekilas melihat jam dinding di ruang tamu sudah hampir memasuki waktu Magrib.
"Yum, kalau gitu aku permisi dulu. Bentar lagi juga mau Maghrib, tapi sebelumnya makasih banyak ya atas info semuanya. Aku cuma bisa bilang makasih saja, karena kamu dengan senang hati bisa menceritakan padaku."
"Iya, kak. Sama-sama, semoga juga masalah kakak nemu titik terang ya kak." Harapnya.
"Iya, Yum. Semoga saja." Jawabku seadanya. "Nanti titip salam sama Mamah ya kalau aku pamit dulu."