Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HADIAH MUKENA DARI IBU

HADIAH MUKENA DARI IBU

kata beliau sambil mengusap sudut mata yang basah. Aku tahu Ibu kesusahan memberi makan kami, tetapi aku hanya meminta mukena agar tidak harus bergantian dengan Ibu saat Maghrib tiba. Jika waktu sholat lain, aku masih bisa memaklumi, tetapi tidak dengan waktu Maghrib. “Ibu, sampai kapan?” Tangisku pecah sambil terduduk di atas ubin yang di beberapa bagian sudah hancur. Ibu mendekat sambil mengusap kepalaku. “Besok Maghrib, kamu langsung berangkat ya? Mbak tidak perlu menunggu Ibu sholat,” kata beliau.
1019.2K viewsOngoingAdded to Library 631 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
Terjebak Cinta CEO Duda

Terjebak Cinta CEO Duda

Bab 44B Mesra yang ditutupi Acara berlansung lancar sampai menjelang Maghrib. Tim relawan dan warga panti bergegas kembali pulang supaya bisa beristirahat. Sebab esok hari mereka harus menyiapkan lagi acara yamg lebih besar karena ada kunjungan dari guru dan siswa luar daerah.
1029.4K viewsCompletedAdded to Library 822 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
Mandat Langit

Mandat Langit

Pemuda itu menatap kami dengan tajam, seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi menahan diri karena tetua ada di depan. Tetua lalu berkata satu kalimat terakhir yang membuat semua orang diam. “Karena pesan ini menyangkut Mandat Langit.” Dan saat kata itu keluar, aku merasakan bahwa hidupku baru saja naik ke tingkat yang lebih tinggi. Tingkat di mana salah satu langkah saja tidak lagi hanya membunuh diriku, tetapi juga bisa membakar seluruh sekte.
430 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
ADA BAYI SEPULANG DARI LUAR NEGERI

ADA BAYI SEPULANG DARI LUAR NEGERI

Flash back on. Hujan menderas yang membuat suasana menjelang Maghrib semakin terasa muram. Aku melihat jam dinding yang menempel di tembok seraya menenangkan Danang yang baru saja disapih. "Duh, kok belum pulang sih mas Larsono. Sudah hampir maghrib. Biasanya jam setengah lima sudah pulang," gumamku sambil menggendong Danang.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 546 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
Pemikat Hati Sang Kapten

Pemikat Hati Sang Kapten

Wanita itu menggelar sejadah, menutup mata dan telinga kemudian menyebut asma Tuhan untuk menenangkan batinnya yang bergejolak dahsyat. "Gendis ...." Galuh berhenti memanggil ketika netranya menemukan Gendis yang sudah mengenakan mukena dan bersiap sholat Maghrib. Senja memang sudah menyapa, mega merah terbentang di ufuk barat tanda masuknya waktu awal Maghrib. Pria itu menarik napas panjang sembari menghampiri Gendis. Duduk di sebelah Gendis tanpa melakukan apapun, hanya menatap paras Gendis yang kini sedang menutup kelopak matanya.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Sementara hari sudah menjelang magrib, aku menelepon mamak, laporan bahwa Sandy sudah ditemukan, kami akan pulang selepas magrib. "Kita cari mesjid terdekat," kataku kemudian. "Mau ngapain?" tanya Bang Umar. "Ya, ampun, sudah Magrib itu, waktu magrib itu paling pendek waktunya, gak bisa ditunda-tunda," kataku kemudian. "Udahlah, gak usah salat dulu kali ini," kata Bang Sandy. "Heh, Bang, Abang Islam?" "Ya, iya,"
9.8583.1K viewsCompletedAdded to Library 13.4K Times as mandi pas maghrib
Show Reviews (66)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Semoga sajq kakaknya Nia bisa lebih mengendalikan kata katanya.... Waaah,bang Parlin sudah jngin berikan adik pada si butet Sari Sabar ya bang Parlin,tunggu sampai butet Sari berusia 1,5 tahun.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Read All Reviews
Mahligai Bersamamu

Mahligai Bersamamu

“Hihihi. Pasti takut gak bisa nolak ya Mbak.” “Iya.” Kedua wanita itu tertawa bersama dan segera berjalan menuju masjid karena sebentar lagi azan maghrib berkumandang. “Ning Caca.” Salah satu khadamah memanggil Caca. Caca menoleh dan tersenyum. Kemudian mengulurkan tangannya pada gadis cilik yang kini berusia tujuh tahun. “Udah makan?” “Udah, Umi.”
9.926.3K viewsCompletedAdded to Library 656 Times as mandi pas maghrib
Show Reviews (14)
Read
+Library
Wiwik Setyo Wiyati
Kisahnya itu menginspirasi dan mengandung nasehat terutama dalam berumah tangga.. Dan ads lucu2nya.. Jadi Semangat bacanya.. Apa lagi mengandung aturan dalam beragama bagaimana seorang Muslim bersikap dg lawan jenis... Semoga berkah kk author..
Endang Sagita
alurnya gk bosenin dan selalu penasaran dg kelanjutannya, ya kalo bisa di oerpanjang bab nya seru bacanya dan aku terhibur sekalibanyak jg pelajaran yg bisa di ambil dr kisahnya ...... semangat terus buat lanjutin kisahnya ......
Read All Reviews
Jejak Kecil di Tengah Magrib

Jejak Kecil di Tengah Magrib

Senja itu terasa berbeda. Tempat yang seharusnya ramai--entah mengapa sore ini justru terasa sunyi. Padahal biasanya, banyak orang yang melewati jalan ini, menuju pasar raya di ujung sana. Meski demikian, Uri, gadis kecil berusia delapan tahun berjalan begitu ceria di jalanan hutan yang sepi. Ia baru kembali dari pasar raya menuju rumahnya. Ia melangkah di jalan setapak yang membelah hutan di pinggir desa.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
SETELAH IBU PUNYA SUAMI BARU

SETELAH IBU PUNYA SUAMI BARU

Mbak Fika menggaruk kepalanya seraya tersenyum. "Nggak papa kok, Mbak. Terima kasih sudah menjemput kami," ujarku senang. "Ayo berangkat sekarang saja, mumpung belum Maghrib. Habis Maghrib biasanya sangat rame. Ayo!" Mbak Fika menaiki motornya, di belakangnya ada Andi, lalu aku paling belakang dengan menggendong Fajar dalam gendongan instan. Sementara Lani berada di depan Mbak Fika.
1010.5K viewsOngoingAdded to Library 305 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Mahesa, si tua itu, berbalik dan menatap tajam ke arah anak dan menantunya bergantian. Di usianya yang senja, pria itu masih tampak bugar dan tegap meskipun harus berjalan dengan bantuan tongkat. "Besok, kau temani istrimu pergi kesana, " kata Mahesa dengan suara yang dalam dan tenang. Berikan apa yang dia inginkan, tetapi pastikan dia membayar kembali sekecil apapun yang dia ambil," ucap Mahesa. Mendengar ucapan ayahnya, Ammar dan Mayang saling bertukar pandangan lalu tersenyum seraya merasakan rasa kemenangan yang menyelimuti hati mereka.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as mandi pas maghrib
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status