Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

"Donor ginjal?" .... Aku mendengarkan suara dari luar dan hanya merasa berisik, lalu aku mengulurkan tangan untuk menekan tombol panggilan di samping tempat tidur. Detik berikutnya, Andi segera merangsek masuk dan menyentuh wajahku dengan ekspresi cemas. "Kamu akhirnya bangun juga, gimana badanmu, ada yang sakit nggak?"
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Nyanyian Seruling Mengalun di Siang Hari

Nyanyian Seruling Mengalun di Siang Hari

Setelah menjalani hukuman selama lima tahun di penjara kekaisaran, Sekar Adiasta akhirnya dibebaskan. Saat pintu penjara terbuka, orang pertama yang dilihatnya adalah Noah Lukasa. Dia menunggang seekor kuda hitam pekat, mengenakan jubah seorang pangeran berwarna hitam pekat yang bermotif naga, dengan sosok tegap menjulang seperti pohon pinus. Namun, hati Sekar sudah tidak lagi terusik. Dia mengalihkan pandangan, seolah pria itu tidak ada di sana, lalu menyeret tubuhnya yang penuh luka dan berusaha melewati kuda tersebut. Baru beberapa langkah berjalan, sekelompok pengawal bersenjatakan tombak panjang tiba-tiba muncul dari kedua sisi dan menghalangi jalannya. “Terpidana Sekar, dengarkan titah
891 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Hutang suami membawa petaka

Hutang suami membawa petaka

Alya membeli dua buah alat itu dengan keakuratan yang teruji. Sesampai di kamar, Alya kembali menatap Kalender. "Aku memang belum kedatangan tamu bulanan, apakah ini mungkin?" Alya menggigit bibirnya ragu. Perlahan Alya menuju kamar mandi. Dia melakukan instruksi seperti yang diajarkan penjaga apotik tadi. Setelah menunggu beberapa saat, dengan tangan gemetar Alya melihat hasilnya pengecekan urinenya. Tampak dua tanda garis merah tercetak jelas mewarnai benda pipih berwarna putih itu. Alya tak dapat menahan air matanya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

Nayla berfikir, lalu berkata, "Iya.. iyalah pakek color. Lo aja nyetir mobil pake color." Dimas tersedak mendengar ocehan polos Nayla, tak berani lagi melanjutkan candaannya. Dia meneguk botol Aqua yang sudah ada di samping mereka. "Ular apa yang bisa ngerokok?" "Obat nyamuk," jawab Nayla. Bodohnya dia mengikuti tebakan Dimas. Sepertinya cowok itu habis bahan obrolan. "Lo pinter juga ya, tau jawabannya," kata Dimas tertawa simpul.
9.420.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

"Jadi, kalau ada yang melihat ritual mereka maka nasibnya seperti Danang, Pak?" "Kemungkinan begitu, Mas." Alisha bergidik ngeri lalu mengusap-usap lengannya yang meremang. Melihat hal tersebut, Pak Haji Imran dan Bu Halimah tertawa. "Masih yakin Mbak, mau cari yuyu?" ledek Bu Halimah dengan tatapan jahil. Alisha melirik ke arah sang suami. "Mas Bin ini Bu yang mau melihat tuyul lagi."
1039.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Akibat Uji Nyali

Akibat Uji Nyali

Teman-temannya penasaran dengan hasil uji nyalinya kemarin. Sesampainya di sana, dia pun memperlihatkan video uji nyalinya di tempat angker itu. "Aku penasaran banget, Han. Karena kamu pun gagal melakukan uji nyali di sana," ujar temannya dengan senyum mengejek.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Nyawa Dibalas Nyawa

Nyawa Dibalas Nyawa

Tiga bulan kemudian, rasa gatal itu hilang, tetapi lengan kiriku membengkak, dan akhirnya aku pingsan di rumah Keluarga Saputra. Aku mendengar suara ambulans datang dan dokter mengatakan bahwa karena alergi parah, tubuhku melawan implan tersebut hingga menyebabkan kebocoran cairan obat di area penyimpanan. Tubuhku menyerap terlalu banyak cairan obat, sehingga aku mungkin tidak akan pernah bisa hamil lagi. Aku tersenyum lega. Akhirnya aku bisa terbebas dari rasa gatal yang sulit diungkapkan itu.
25.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 827 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Kutukan Wasiat Kakek

Kutukan Wasiat Kakek

Pak Ustaz tiba-tiba berhenti membaca, lalu menatap foto Nayu dengan tajam. “Energinya mulai bereaksi.” “Apa maksud Ustaz?” tanya Narendra. “Ada perlawanan. Saya merasakan getaran negatif yang sangat kuat dari foto ini.” Pak Ustaz mengambil minyak zaitun dan menuangkannya di atas foto Nayu. Saat minyak itu menyentuh kertas, Alya mendadak merasakan nyeri di kepalanya. “Akh!” Ia memegangi kepalanya, tubuhnya hampir terjatuh ke lantai.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Jiwa yang Berbeda

Jiwa yang Berbeda

tanya Leon dengan nada santai, kontras dengan situasi yang mencekam. Dua orang yang terikat itu bungkam. Seorang penjaga bayangan hendak melayangkan pukulan, namun Leon menahannya. "Untuk apa mengotori tanganmu? Bawa masuk itu." Dua penjaga membawa masuk sebuah akuarium kaca besar yang berisi beberapa ular belang yang meliuk-liuk agresif. Ular-ular itu bukan ular biasa; mereka dikenal sebagai "ular lima langkah." Sekali gigitan, korban akan tewas setelah berjalan lima langkah.
845 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Wanita Buruk Rupa Itu Ternyata Istri CEO

Wanita Buruk Rupa Itu Ternyata Istri CEO

Dia malah menyambar segelas susu di atas meja dan menenggaknya hingga tandas. 'Kenapa rasanya tidak enak ya? Ini mie apa sih?' Dengan kening berkerut samar, Naila mengunyah perlahan spaghetti itu. Rasa mie tersebut terasa asing di lidahnya. "Kenapa? Apa tidak enak?" tanya Ali tiba-tiba.
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai uji nyali
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status