ISTRIKU SERING MENANGIS
tekanku sembari memakai anting milik Mayang.
Agak sedikit susah, tapi aku paksakan, meskipun sakit, respon yang aku tunjukkan hanya meringis. Sebab, Bu Diah selalu memperhatikanku.
"Susah banget, ya?" tanya Bu Diah, tapi sedikit curiga.
"Berisik, kamu Bu! Udah bisa ini, tuh lihat udah bisa, kan?" sahutku sembari memperlihatkan anting yang sudah melekat di telinga.