Aftermath
Ia abaikan genangan keruh tak penting itu, kemudian berjalan lagi hingga langkahnya dihentikan secara sepihak oleh beton pembatas.
Dari atap bangunan tinggi yang ditapakinya, ia melihat segalanya tampak mengecil di bawah sana. Bentangan sawah, kebun semangka, toko kelontong, bus terakhir, motor yang satu-dua masih melintas, rumah-rumah warga, jalanan yang temaram. Jihan merasa seperti ia sanggup meremukkan semua itu dalam genggamannya.
Hot Chapters