Duka Cita
“Aku sudah panggil dokter, jadi—”
“Badanku nggak sakit,” putus Gemi dengan air mata yang meluncur dari sudut mata. “Tapi hatiku, Mas. Coba lihat, Arya nggak juga nengok mamanya, padahal aku barusan pingsan.”
“Yang ngangkat kamu ke sini itu Arya, Ma.” Lee merapat, lalu mengusap sudut mata Gemi yang masih saja menitikkan air mata. “Yang buru-buru nelpon dokter Agya juga Arya.”
Hot Chapters