Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Istri yang Kau Duakan

Pembalasan Istri yang Kau Duakan

batin Kayla pilu. Mungkin di dunia ini, hanya dia seorang anak yatim piatu yang tidak ingat apa pun, pada masa lalunya. Kayla benar-benar sebatang kara setelah ini. Mata besar milik wanita itu mendongak, ketika mendengar suara rintik hujan yang jatuh. Bahkan, langit pun ikut menangis atas nasih buruknya. "Aku tidak ingin hidup lagi." Wanita itu berdiri dengan perasaan hampa.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Surga Semalam

Surga Semalam

"Teruntuk kamu hidup dan matiku Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya Karna untuk kepergian kalinya Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta Dan benar bahwa cinta masih berkuasa diatas segalanya Ketika hati yang mudah rapuh ini Diuji oleh duniawi diuji oleh materi Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi Kutuliskan kenangan tentang Caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah Berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Cinta Dua Jiwa

Cinta Dua Jiwa

gumam Jing Tian. "Oh, Dewa Langit. Mengapa kau harus mengirimku ke bumi hanya untuk mengurus jiwa yang tidak tahu berterima kasih ini? Kenapa aku harus berhadapan dengan jiwa seperti ini? Ada apa ini? Dosa apa yang aku perbuat dikehidupanku sebelumnya. Sampai aku harus bertemu dengan jiwa ini," batin Jing Tian. Dia terlihat sedang berbicara, tetapi suaranya tidak terdengar oleh Sese. Gadis itu hanya melihat Jing Tian sedang menggoyangkan bibirnya. Seolah-olah sedang melafalkan mantra.
2.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dalam perjalanan, Julian berkata, "Bu, aku tidak mau belajar piano lagi, aku juga tidak mau Pak Joses lagi. Jangan nangis." Matanya sendiri masih bengkak, tetapi Julian malah menghiburnya. Susan merasa sedih dan bersalah, dia menahan emosinya dan menyeka air matanya, "Ibu nggak nangis." "Tapi, matamu terlihat sangat sedih." Mendengar ini, Susan tak kuasa menahan tangis, "Julian, maaf! Semua ini gegara Ibu tak berguna!" Gegara tak berguna, dia tidak bisa mempertahankan apa pun.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Cinta Cita

Cinta Cita

“Gara-gara kamu, aku stres waktu lahiran! Gara-gara kamu juga, aku depresi dan nggak bisa lihat anakku dari bayi. Gara-gara kamu—” “Gara-gara Pandu, mentalku sakit,” putus Cita dengan suara yang lebih tinggi dari Laura. Ia tidak peduli dengan pengunjung yang mungkin sedang memperhatikan mereka. “Gara-gara Pandu, aku keguguran. Gara-gara Pandu—”
9.942.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pantun duka cita
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
STARMOON

STARMOON

Tuturku dalam alunan nada Bawa aku, Bawa aku kepelukanmu lagi, Menyesal akan penolakan Tak seharusnya melepaskan genggaman Datanglah padaku kini aku menerimamu Matahari datanglah padaku Bulanmu menginginkamu Rinduku yang terucap dalam benak Dengan seberaninya, buat yang penghabisan kalinya Aku membelai-belai wajahmu yang terkasih di dalam pikiran, Membangkitkan impian dengan kekuatan hati Dan dengan rasa takut yang lemah dan Dengan kemuraman mengenang cinta bagimu. Tahun-tahun kita saling silih berganti berkejaran Mengubah segalanya, mengubah kita Tentunya engkau dengan pakaian gelap perkabungan Diperuntukkan bagi penyairmu Dan sahabatmu ini telah mati untukmu. Damaikanlah sahabatku yang jau
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

“GEUS NYA ULAH NYA, NYERAH WE MANEH, ULAH NYIEUN RIBUT DIDIEU AH. (SUDAH YA, JANGAN YA, MENYERAH SAJA KALIAN, JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN DI SINI LAH.)” “KARUNYA KA JELEMA ANU URANG BAWA IEU, SOALNA CEUK GUSTI LAMUN URANG TEU MAWA MANEH KA JERO GUNUNG, IEU JELEMA KUDU DIBAWA KADITU DIBIKEUN KA GUSTI JANG DI PAEHAN. (KASIHANI ORANG YANG AKU BAWA INI, KARENA KATA TUANKU KALAU AKU TIDAK MEMBAWA KALIAN KE DALAM GUNUNG, INI ORANG HARUS DI BAWA KESANA UNTUK DIBERIKAN KE TUANKU UNTUK DI BUNUH.)”
10126.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai pantun duka cita
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Isinya adalah puisi yang ia tulis sendiri. “Kau bukan datang dari rencana, tapi dari harapan yang tumbuh di luka. Kau bukan jawaban dari tanya, tapi pelukan yang menenangkan semua gundah.” “Kau akan kami panggil dengan nama, Tapi cintamu akan hidup bahkan sebelum suara pertamamu terdengar.” Dinda menahan air mata. Ia menggenggam tangan Rayhan erat-erat. “Kita udah siap, ya?”
88.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

You don't have to say a word You don't even have to speak I can see pain in your eyes The sorrow that you keep (Kau tak harus katakan sepatah kata Kau pun tak harus berbicara Kudapat melihat luka di matamu Kesengsaraan yang kau simpan) You think that no one notices The sadness that you hide But I can see straight through your mask Those lonely nights you cried (Kau pikir tiada orang yang memperhatikan Kesedihan yang kau sembunyikan Tapi aku bisa melihat dengan jelas dari topengmu Malam-malam sunyi sepi yang kau tangisi) I know that painful way you smile When you're dying alone inside Laughing, joking all the while I can see how hard you've tried (Kutahu kau seolah tersenyum untuk kepedihan S
1088.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
RINDU MENJANDA

RINDU MENJANDA

Sejuta kata maaf terasa kan percuma Sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya Tapi bukan aku uoh ... Semoga saja kan kau dapati Hati yg tulus mencintaimu Tapi bukan aku Berakhirlah sudah semua kisah ini Dan jangan kau tangisi lagi Sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu Sejuta kata maaf terasa kan percuma Sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya Aku ikut hanyut dalam alunan lagu senduh itu. Hatiku bagai diobrak-abrik sepanjang lagu dinyanyikan. Bersambung ....
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai pantun duka cita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status