CEO Dingin Menolak Ingat, Tubuhnya Menolak Lepas
Naya menggebrak meja pelan, matanya berbinar penuh ambisi, “Nilai kontraknya bisa menghidupimu tanpa perlu bekerja lagi selama lima tahun ke depan. Tugasmu gampang-gampang susah. Kamu cuma diminta jadi penulis biografi pribadi seorang pria.”
Aku menaikkan sebelah alisku, “Penulis biografi? Siapa?”
“Raka Adiprana,” bisik Naya. Seolah nama itu adalah mantra terlarang, “CEO Adriprana Holdings. Pewaris tunggal dari keluarga konglomerat paling tertutup dan misterius di Indonesia. Mereka tidak pernah mengizinkan media masuk ke kehidupan pribadi mereka. Tapi tiba-tiba, Raka mau membuat biografi pribadi dan dia sendiri yang memilih namamu dari sekian banyak kandidat.”