Ksatria Katana Kembar
Mereka saling menatap setelah melihat hasilnya.
“Marina…” keduanya menyebut nama itu serempak.
“Namanya bagus. Dan lihat ini, ada tulisan juga di bawahnya,” kata Zaki sambil kembali menyenteri bagian sampul.
Ragma menyatukan titik-titiknya dengan rapi. Kali ini terbentuk sebuah tanggal dan tahun, 14–02–1992
“Sepertinya buku agenda ini dibeli pada tahun itu. Pantas saja tulisannya sedikit menguning, tapi masih terlihat jelas.”