Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

'tapp' Jingga menuruni Roll Royce hitam berpelat khusus tersebut, ujung wedgesnya langsung menyentuh karpet merah yang terhampar didepannya. Dengan sangat leegan dan penuh kharisma, Jingga turun dari mobil dan terus berjalan dengan tenang melewati semua orang yang kini membungkuk menyambutnya. 'degg'
825.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai border : day one
Baca
+Pustaka
3o Days Trial of Love

3o Days Trial of Love

Lalu apa? Ah! Mungkin itu bunyi bel apartemen. Pikir Jessie setelah melihat kamarnya yang baru menyadari dia sekarang sudah tinggal sendirian. Dengan malasnya dia bangun berdiri dan menuju pintu. Jelas sekali orang yang membunyikan bel di luar sangat tidak sabaran. Bunyinya semakin lama semakin cepat. Kalau belnya bisa bicara sudah pasti belnya akan marah. Dia tidak akan kaget kalau besok belnya sudah tidak bisa berbunyi. Dilihat dari door viewer, jelas ada orang yang sedang membunyikan bel tidak sabaran. Namun wajahnya tidak tampak, hanya saja bentuk depannya terlihat jelas seorang pria yang mengenakan kaus hitam. Perlahan dia membuka pintu cukup besar untuk mengeluarkan kepalanya saja. Dia
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai border : day one
Baca
+Pustaka
JandA

JandA

Sahut Sarah, wakil editor in-chief memberikan senyuman pada pria tampan itu. Dengan langkah pasti, Georgy, begitu lelaki Asia-Eropa ini disapa keluar dari ruangannya dan sudah pasti bisa ditebak bila seorang pria tampan berjalan dengan gaya yang santai namun cool akan memancing para duyung berenang ke tepian. "Pagi, Pak." Sapa salah seorang karyawan wanita di departemen yang dipimpinnya. "Pagi." Balasnya sambil tersenyum dan terus melangkah hingga ke lift yang tak jauh dari ruangannya.
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai border : day one
Baca
+Pustaka
Thirty Days

Thirty Days

teriak Paman Khamdi sembari melambaikan tangannya, kala Nohan sudah mulai jauh dari pandangannya. "Aku akan membantu Nohan untukmu, Dama! Aku akan membantunya, Dama!" monolog Paman Khamdi tersenyum tipis. Nohan berdiri di pinggir jalan, ia menunggu bus sembari menggesek-gesekkan sepatunya ke aspal. Entah kenapa busnya lama sekali, hingga saat Nohan mulai muak, bus itu baru datang. Citt...
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai border : day one
Baca
+Pustaka
49 DAYS

49 DAYS

Anggap saja Ia memang telah salah berbicara dan memperburuk mood sahabatnya pagi ini. Brian kini duduk di kursinya, persis di sebelah kiri Edward. Sambil menunggu Dosen Travis datang, Brian lebih memilih melanjutkan permainan Angry Bird di handphone Samsung Galaxy miliknya. Tapi saat Ia hampir saja membunuh salah satu burung berwarna merah itu, teleponnya berdering kencang.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai border : day one
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status