Nyaris setiap nada pembuka 'boyfriend' selalu bikin aku senyum kecut—entah karena kepedean vokalisnya atau karena cerita yang gampang banget dicerna.
Menurutku lagu ini menceritakan kisah cinta dari sudut pandang si penyanyi yang lagi naksir berat sama seseorang; dia nggak lagi bercerita tentang reuni atau hubungan rumit, melainkan tentang hasrat sederhana: jadi pacar yang perhatian dan bisa diandalkan. Lirik-liriknya penuh janji manis dan sedikit pamer, seakan sang pemberi janji ingin meyakinkan pendengar (dan si terkasih) bahwa dia berbeda dari yang lain.
Kalau denger versi live atau akustik, nuansanya berubah jadi lebih rentan—jadi terasa seperti pengakuan tulus, bukan sekadar lagu pop yang dikemas rapi. Bagi fans, bisa jadi ini tentang hubungan nyata penyanyi; buat yang lain, ini kan mudah diasimilasi sebagai fantasi yang hangat. Aku paling suka bagian ketika nada turun dan vokal jadi lembut; di situ terasa manusiawinya keinginan itu. Akhirnya, buatku 'boyfriend' itu lebih soal berharap dan mencoba, bukan soal punya jawaban pasti. Aku masih senang dengar tiap kali mood pengin manja.