Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Sinar matahari pagi menembus tirai tipis ruang makan Penthouse, menyinari meja marmer hitam yang kini dipenuhi oleh menu sarapan sehat: roti gandum, buah potong, dan segelas susu hangat. Waktu telah berlalu, membawa perubahan yang halus namun signifikan di setiap sudut rumah ini. "Altair, jangan mainin dasinya terus. Nanti kusut," tegurku lembut namun tegas.
9.468.8K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as breakfast in bed
Read
+Library
Hatiku direbut Berondong

Hatiku direbut Berondong

Senyumnya pagi ini terasa tulus dan tidak terbebani. “Selamat pagi, Ratu tidur,” sapanya. “Aku sudah buatkan sarapan. Bubur ayam, seperti yang kamu suka, tapi aku tambahkan sedikit croissant cokelat.”
10926 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Wake Up!

Wake Up!

balas Dinda baru saja. Neyza hanya bisa tersenyum sedikit kesal. Ia baru kenal Dinda di kelas 12I, jadi kemungkinan ia harus belajar adaptasi dengan gadis yang cukup manja itu. "Gue milih tidur di sini," ucap Dinda begitu menduduki sebuah ranjang khusus. "Lo berdua terserah, pengen milih tidur di mana antara atas dan bawah ranjang itu."
9.72.8K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Gadis dalam Pelukan Mafia

Gadis dalam Pelukan Mafia

Dia tahu bahwa hidupnya di sini penuh dengan ketidakpastian, tetapi dia harus bertahan demi dirinya sendiri. Setelah selesai menyiapkan sarapan, Zelia menata hidangan dengan rapi di atas meja makan. Menu sarapan pagi itu terdiri dari bagel segar dengan krim keju, omelet dengan sayuran, dan pancake dengan sirup maple. Cassie, yang duduk di meja, memandang Zelia dengan tatapan tajam. Dia tadi melihat Zelia keluar dari kamar King dan merasa tidak suka dengan kehadiran Zelia. "Apa yang dia lakukan di kamar King sepagi itu?" ucap Cassie dalam hati.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

--- 8:00 AM - Dapur Mey buka kulkas. Ada telur, roti, butter, susu, kopi, persis yang Emma bilang. “Breakfast Singapore edition,” Mey ketawa sambil naro bahan di counter. Rafael bantu, nyalain coffee machine. Aroma kopi langsung nyebar ke apartemen. “Feels like home already,” dia komentar. “Feels like Airbnb fancy edition,” Mey nyaut. Mereka bikin breakfast sederhana: scrambled eggs, toast, kopi hitam. Duduk di meja makan kecil, sinar matahari nyorot masuk dari balkon.
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Aduh Tak Tahan, Prof!

Aduh Tak Tahan, Prof!

Dia bangkit dari tempat tidur yang terlalu empuk, tubuhnya terasa berat oleh kelelahan dan kecemasan. Pukul 07.00 tepat, sebuah bagian dinding di ruang makan bergeser, mengungkapkan nampan makanan yang muncul dari lorong kecil. Sarapannya terukur secara nutrisi: bubur protein, sepotong buah sintetis, dan segelas susu yang diperkaya. Tidak ada pilihan. Hanna dan Lily memakannya dalam diam, rasa seperti kapas di mulut mereka.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Malam Panas dengan Atasan Mantan

Malam Panas dengan Atasan Mantan

Pagi itu, mentari menyelinap lembut ke sela-sela tirai jendela vila mereka. Tidak lama, suara riang Nathania dan Nathan terdengar dari kamar sebelah. Kedua balita itu bangun dalam kondisi ceria dan segera memanggil, “Ibu!” Juliet membawa mereka keluar kamar, dan di dapur, Wilson rupanya sudah bangun lebih dulu dan sedang menyiapkan sarapan sederhana. Pancake, telur orak-arik, dan jus jeruk—meski bentuknya tidak sempurna, tapi itu adalah upaya Wilson yang tulus.
1084.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as breakfast in bed
Read
+Library
Satu Malam Untuk Selamanya

Satu Malam Untuk Selamanya

Pria itu masuk ke dalam kamar Claire sambil membawa nampan berisi makanan berupa sup, scramble egg, sosis dan susu. “Claire?” panggil Nick. Tidak ada respon. Claire masih asyik dalam dunia mimpi. “Bangun, Claire. Sudah siang. Kamu harus sarapan dulu, setelah itu baru lanjut tidur.” Claire mengerang saat suara Nick mengusik tidurnya, terpaksa membuka mata. “Morning, Sleeping beauty!” Claire tersenyum tipis sambil menggeliat pelan. Merenggangkan tubuhnya yang kaku.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as breakfast in bed
Show Reviews (8)
Read
+Library
Viva Oke
klo Levin sekarang udh GK bisa celap celup ke sembarang wanita berarti bagus dong.. itu pertanda Levin harus tobat dan setia pada Claire wanita yang sudah membuatnya tergila-gila. semoga Levin bisa segera meluluhkan hati Claire.
ChiekAL
wuahhh kok aku curigeees yaaa ini perubahan mood Claire juga makannya ada sesuatu yg bewuahhh kok aku curigeees yaaa ini perubahan mood Claire juga makannya ada sesuatu yg bertumbuh diperutnyaaa astagaaaa kenapa aku yg tetibaa hororrrtumbuh diperutnyaaa astagaaaa kenapa aku yg tetibaa hororr yaaak
Read All Reviews
Istri Dadakan Si Tuan Muda Angkuh

Istri Dadakan Si Tuan Muda Angkuh

Bukan sebuah balasan utuh, tapi cukup membuat Zylva tahu—ia didengar. “Aku tidak terbiasa sarapan dengan orang lain,” gumam Zack. Zylva tersenyum kecil. “Maka mulai hari ini, biasakan dirimu denganku.” Restoran hotel itu tak ubahnya seperti aula kecil yang dihiasi lampu gantung dan meja-meja bulat yang ditutupi kain putih bersih. Di pojok ruangan, sebuah meja panjang sudah dipenuhi aneka makanan sarapan: croissant hangat, omelet, buah-buahan segar, dan berbagai minuman.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as breakfast in bed
Read
+Library
Ibu Mertuaku Penuh Drama

Ibu Mertuaku Penuh Drama

Pagi itu kami sarapan nasi sama telur ceplok dan sayur tumis kangkung, rasanya sangat nikmat sekali kami bisa bersarapan bersama, aku jadi teringat saat di rumah Ibu mertua, setiap pagi aku disuguhi dengan menumpuknya pekerjaan yang harus aku selesaikan masih dengan perut kosong, jika beruntung maka selesai pekerjaan, lauk masih tersisa tapi jika tidak, kami harus siap-siap berpuasa. “Cieee Romeo dan Juliet lagi breakfast.” Farida thu-tahu sudah ada di hadapan kami. Kami tersenyum menyambutnya. “Duduk sini sama-sama sarapan, Da.” ajak Mas Didik. Ia menyerahkan dua bungkus plastik kecil, aku menerimanya dan melihat dia membeli sarapan nasi kuning.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as breakfast in bed
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status