My Beautiful Bride
"Aku hanya takut kamu kenapa-kenapa, kamu pergi meninggalkan rumah seperti yang aku perkirakan. Aku mengira kamu langsung ke mama, tapi sepertinya kamu lapar sekali.
Aku menatapnya malu, dia benar-benar memperhatikanku dari jauh. Anehnya perutku kembali lapar, dia tertawa saat mendengar bunyi perutku.
"Maafkan aku kemarin seperti itu, maaf." Aku masuk ke dalam pelukannya lagi. Dia mengecup puncak kepalaku. Ah betapa nyamannya berbaikan dengan kekasih hatiku ini.
"Aku juga keterlaluan, maaf. Hanya saat aku tahu kamu bersama pria lain, emosiku memuncak, sepertinya aku terlalu mencintaimu sayang. Aku tidak dapat membagimu dengan orang lain." ujarnya membela diri. Aku ingin membalasnya mengataka
Hot Chapters