Presdir Tampan Itu Ayah Anakku
Terdengar pula suara wanita dari pengeras suara di ponsel.
'Tidak apa-apa Papa. Nana tidur dulu. Selamat malam, Papa dan Kak Rangga,' ucap Nana.
'Katanya membicarakan bisnis, kenapa malah menelepon Nana?' Vina menajamkan indra pendengaran untuk mendengar percakapan mereka lebih jelas.
"Bagaimana karakter perempuan itu?" tanya Rangga.
"Nana gadis yang sangat baik. Dia pintar, ramah, dan dermawan. Karena itu, Papa pernah ingin menjadikan Nana sebagai menantu, di samping Nana adalah putri sahabat Papa," terang Dewa.
Hot Chapters