Pesona Istri Yang Kuabaikan
Mama tak pernah meninggalkan kami sebentar saja, kemampuan pergi, aku dan Nata juga Hulya selalu dibawa serta.
Bani menghela napas panjang. Lalu berucap, "Saat tanggal saya tertulis lahir ke dunia, kadang saya bertanya. Apa orang tua saya bahagia saat kelahiran saya itu, Ustadz? Kalau bahagia, kenapa justru saya ditinggalkan begitu saja di sini? Bertahun-tahun, bahkan … seperti saya ini tak memiliki mereka sebagai perantara saya ada di dunia." Suara Bani bergetar. Mencerna perkataan Bani, aku lalu memastikan satu kesimpulan.
"Hari ini kamu ulang tahun, Bani?" tanyaku dengan senyuman. Kepala Bani mengangguk.