Terpaksa Jual Diri
*
*
"Aahhh ... Melisa, lihat ini. Aku bisa melakukannya dengan perempuan lain. Masih ada perempuan lain yang mau menerima bu*rungku."
Aku tersentak di bawah tubuhnya, karena kembali mendengar nama Melisa yang dilontarkan disesi percintaan kami. Dan kali ini, terdengar sedikit vulgar.
Ada apa gerangan, sampai dia membawa-bawa burung? Apakah perempuan yang bernama Melisa ini tidak mau menerima bu*rungnya? Tapi kenapa?
Dilihat dari bentuk dan ukuran, bahkan warnanya, dia adalah idamannya kaum hawa. Aku bahkan bisa menjerit berkali-kali karena kegagahannya. Ini benar-benar nikmat.