Balada Asmara Biduan Dangdut
“Lho, kenapa, Inces?”
“Aku kan nggak bisa ngaceng. Nih!” Inces membuka celana dalamnya, dan di sana kudapati burungnya tyang tak lebih besar dari sebatang rokok. Burung itu sedang tidur, bahkan mungkin hibernasi.
Pecah tawa kami seketika.
“Emangnya itu nggak bisa ngaceng, Inces?” tanyaku sambil memegang perut, tak bisa menahan tawa. “Coba-coba lihat, mana-mana?”