The Blue Eyes
lirih Risty, beberapa saat setelah kami duduk di kursi yang sudah kupesan dari jauh-jauh hari.
"Kamu cantik banget," pujiku dengan tulus.
"Hmm, jadi curiga aku, pasti ada maunya kalau muji-muji gitu."
"Nggak ada, kamu bisa baca pikiranku sekarang."
Risty menggeleng, lalu berujar, "Sejak aku membuka pagar gaib, kemampuan membaca pikiranmu jadi terbatas."
"Kenapa bisa begitu? Padahal aku nggak ngelakuin apa-apa."
ตอนยอดนิยม